Tito Karnavian Puji Kapolri soal Djoko Tjandra: Menangkap Buron Tidak Mudah

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 17:26 WIB
Tito Karnavian Puji Kapolri soal Djoko Tjandra: Menangkap Buron Tidak Mudah

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi Polri yang telah menangkap buron kasus korupsi Djoko Tjandra. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Penangkapan buron kasus korupsi Djoko Sugiarto Tjandra oleh tim penyidik gabungan Bareskrim Polri menuai apresiasi dari banyak kalangan. Mendagri Tito Karnavian memuji langkah Polri dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Tito menilai, keberhasilan Polri layak diapresiasi. Sebab menangkap buronan di luar negeri itu tak gampang
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Polri, Pak Kapolri dan jajarannya yang mampu untuk menembus hambatan-hambatan birokrasi maupun hambatan-hambatan hukum antar negara," kata Tito, melalui keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).

Mantan Kapolri ini menuturkan, menangkap buronan di luar negeri itu bukan perkara mudah karena ada birokrasi antarnegara. Meskipun ada perjanjian ekstradisi antara dua negara, misalnya Indonesia dan Malaysia, tetap saja ada prosedur yang mesti dilalui.

“Itu (penangkapan Djoko Tjandra) saya kira prestasi luar biasa,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Djoko ditangkap aparat Polis Diraja Malaysia dan Bareskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/7/2020) sore. Penangkapan ini dilakukan atas kerja sama antar-institusi kepolisian (Police to Police/P to P).

Djoko kini telah berstatus warga binaan setelah diserahkan oleh Bareskrim kepada Kejaksaan Agung, dan selanjutnya dilimpahkan kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Kendati demikian, penahanannnya tetapi di Rutan Bareskrim Polri.

Menurut Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, penahanan di Bareskrim untuk memudahkan pemeriksaan dan penyelidikan kasus-kasus yang menyangkut Djoko. Untuk diketahui, Bareskrim sedang mengusut kasus surat jalan terpidana perkara cessie Bank Bali itu.

"Termasuk kemungkinan adanya aliran dana," kata Listyo. Seperti diketahui, dalam kasus surat jalan ini Polri telah menetapkan mantan karo korwas PPNS Bareskrim Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan pengacara Djoko, Anita Kolopaking, sebagai tersangka.

Editor : Zen Teguh