Transformasi KAI Makin Digital di Era AI, Pelayanan Pelanggan Tetap Diutamakan
“Dunia kerja berubah, dan karena itu kita harus berubah bersamanya,” tegasnya.
Dia menyebut kemampuan manusia seperti kreativitas, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, empati, serta kemampuan memahami konteks akan semakin penting ketika pekerjaan rutin semakin banyak dibantu teknologi.
“Semakin AI mengambil pekerjaan yang rutin, semakin penting kemampuan manusia untuk memahami manusia,” ungkap Endang.
Endang mengajak para wisudawan tidak melihat AI hanya sebagai ancaman. Menurutnya, teknologi harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia tanpa menghilangkan rasa, empati, iman, dan kemanusiaan.
“Semakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana,” katanya.
Menutup orasinya, Endang berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Dia mendorong mereka menjadi generasi yang “Ready to Work, Ready to Solve, dan Ready to Serve” atau siap bekerja, menyelesaikan persoalan, dan melayani.
“Karena pada akhirnya, nilai seseorang bukan hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikannya, seberapa tinggi jabatannya, atau seberapa canggih teknologi yang dikuasainya, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dapat ia berikan kepada manusia,” tutup Endang.
Editor: Rizky Agustian