UI Kembangkan Ventilator COVENT-20 untuk Bantu Pasien Covid-19

Felldy Utama ยท Rabu, 08 April 2020 - 04:00 WIB
UI Kembangkan Ventilator COVENT-20 untuk Bantu Pasien Covid-19

Tim UI mengembangkan ventilator COVENT-20 yang akan digunakan untuk membantu pasien Covid-19. (Foto: UI).

DEPOK, iNews.id - Tim Universitas Indonesia (UI) mengembangkan Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik (COVENT-20) untuk membantu pasien Covid-19. Ventilator ini menjadi bentuk sumbangsih UI dalam memenuhi kebutuhan ventilator bagi rumah sakit di Indonesia.

Tim pengembang COVENT-20 merupakan kolaborasi dari para peneliti di Fakultas Teknik UI (FTUI), Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI (RSUI), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta.

Keunggulan COVENT-20 yakni biaya produksi yang lebih hemat, compact, portable, hemat energi, serta mudah dioperasikan. Ventilator ini dinilai aman bagi PDP maupun pasien positif Covid-19 untuk perjalanan dari rumah atau ruangan observasi ke ruangan isolasi.

Berdasarkan data Maret 2020, jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia adalah sebanyak 2.867 rumah sakit dengan 8.413 ventilator. Jumlah ventilator terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat (1.215 ventilator untuk 364 rumah sakit) dan DKI Jakarta (1.071 ventilator untuk 190 rumah sakit).

Di sisi lain jumlah pasien positif Covid-19 terus meningkat. Imbasnya, RS rujukan dan RS darurat semakin banyak membutuhkan ventilator. Diperkirakan dalam April ini dibutuhkan tambahan 400-500 ventilator.

“Saat ini ada 70-an distributor ventilator yang dapat memasok 231 jenis/tipe ventilator impor. Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, terjadi keterbatasan stok ventilator impor, sementara belum ada ventilator lokal produksi asli Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Ketua Tim Ventilator UI Basari, melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Ketua Program Studi Teknik Biomedik FTUI ini menjelaskan, dalam praktiknya ada 2 tipe ventilator yaitu ventilator yang digunakan di ruang ICU dengan mode lengkap dan ventilator transport biasanya hanya satu mode dan bisa digunakan dalam kondisi darurat atau emergency.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam menambahkan, tim UI fokus pada Ventilator Transport karena beberapa hal, yakni ketersediaan sparepart lokal lebih banyak, PDP dan pasien positif Covid-19 yang mengalami gagal napas membutuhkan ventilator transport untuk perjalanan dari rumah ke rumah sakit, serta mode ventilasi yang dapat diatur.

Hal senada diungkapkan Dekan FTUI Hendri DS Budiono. Dia mengatakan, biaya pembuatan COVENT-20 lebih rendah bila dibandingkan dengan tipe ventilator transport komersial yang tersedia saat ini.

“CONVENT-20 juga memiliki ventilasi multimode, hemat energi dengan baterai lithium-ion, memiliki bentuknya ringkas dan sederhana, pengoperasian yang mudah, serta menggunakan filter bakteri sehingga aman digunakan baik untuk PDP dan maupun pasien positif Covid-19,” ujarnya.

Saat ini Tim Ventilator UI telah menyelesaikan proses kalibrasi awal COVENT-20 di perusahaan Kalibrasi PT Medcalindo dengan hasil yang menjanjikan. Tahapan selanjutnya yaitu pengujian di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK), dan uji klinis di RSUI sebelum pengurusan izin produksi dan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan produksi massal.

Inovasi ventilator karya UI ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit di Indonesia.

Editor : Zen Teguh