Update Karhutla hingga Pukul 10.00 WIB: Tak Ada Asap Melintas Negara Tetangga

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 11 Agustus 2019 - 12:38 WIB
Update Karhutla hingga Pukul 10.00 WIB: Tak Ada Asap Melintas Negara Tetangga

BNPB menyebutkan hingga Minggu (11/8/2019) pukul 10.00 WIB tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus membarui perkembangan terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia. Yang terbaru, Minggu (11/8/2019) hingga Pukul 10.00 WIB, tidak ada asap yang menyeberang ke negara tetangga.

"Asap terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan tapi tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Agus menyebutkan, kondisi itu terlihat dari titik panas (hotspot) di beberapa wilayah Indonesia yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi. Seperti, Riau 29 titik (- 97 titik), Jambi 3 titik (+ 1 titik), Sumatra Selatan 19 titik (+ 6 titik), Bangka Belitung 14 titik (+ 10 titik), Kalimantan Barat 605 titik (+ 72 titik), Kalimantan Tengah 163 titik (+4 titik), Kalimantan Selatan 14 titik (-27 titik), Kalimantan Timur 20 titik (-3 titik), dan Kalimantan Utara 23 titik (-6 titik).

Usaha pemadaman api karhutla di Pelalawan Riau. (Foto: Istimewa)

Sedangkan kondisi cuaca berdasar jarak pandang, dia menurutkan, bervariasi di beberapa wilayah. Sebut saja, Pekanbaru 5 kilometer (km) (berasap), Jambi 9 km (berawan), Palembang >= 10 km (berawan), Pontianak 5 km (berasap), Pangkalan Bun 9 km (berawan), Palangkaraya 5 km (berasap), Sanggu-Buntok 4 km (berasap), Banjarmasin >= 10 km (berawan), dan Tanjung Harapan - Tanjung Selor 5 km (berasap).

"Kualitas udara berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 (tidak sehat), Pontianak 253 (sangat tidak sehat), Palangkaraya 217 (sangat tidak sehat), dan Sampit 26 (sehat)," ujar Agus.

Dia memaparkan, sejak Minggu pagi seluruh personel yang mencapai 9.072 orang di enam provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantar Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan) terus bekerja sama memadamkan api baik dari darat maupun dari udara/water bombing. Personel tersebut tediri dari TNI, POLRI, BNPB, BPBD dan masyarakat.

Editor : Djibril Muhammad