Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Soroti Penyaluran Bantuan Gempa NTT Tak Merata: Seperti Enggak Ada Koordinasi Daerah-Pusat
Advertisement . Scroll to see content

Update Korban Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka-Luka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:01:00 WIB
Update Korban Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka-Luka
BNPB melaporkan korban meninggal dunia akibat gempa bumi M7,7 yang mengguncang Nagekeo, NTT bertambah menjadi 75 orang, dan 907 luka-luka. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Berton menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam bencana gempa tersebut. Dia turut menyampaikan duka kepada keluarga dan kerabat korban. 

“Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai tolan, tetangga, dan seluruh kenalan serta seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan seiring masih terjadinya gempa susulan dengan kekuatan yang tergolong besar. BNPB mencatat sebanyak 92.735 orang kini mengungsi. Jumlah tersebut meningkat 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 orang. 

Penambahan pengungsi terbesar terjadi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 21.883 orang, Kabupaten Manggarai 9.649 orang, dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 1.556 orang. 

Selain korban jiwa dan pengungsi, BNPB juga memperbarui data kerusakan rumah akibat gempa. Hingga saat ini tercatat sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan. 

Berton mengatakan, penambahan jumlah rumah rusak tersebut juga dipengaruhi proses pendataan yang semakin akurat. Data rumah rusak bertambah 7.187 unit dari catatan sebelumnya.

“Adapun rumah yang rusak, menurut data kami menjadi 36.163 unit. Bertambah di catatan kami karena pendataan yang semakin akurat, ada 7.187 unit,” ucap Berton. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut