Usai Bubar, PKS Berharap Koalisi Pendukung Prabowo-Sandi Bertransformasi

Wildan Catra Mulia ยท Sabtu, 29 Juni 2019 - 16:33:00 WIB
Usai Bubar, PKS Berharap Koalisi Pendukung Prabowo-Sandi Bertransformasi
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto secara resmi telah membubarkan koalisi Indonesia Indonesia Adil dan Makmur. Pembubaran itu dilakukan usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh permohonan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera masih berharap koalisi pendukung Prabowo-Sandi tetap utuh. Setidaknya dengan tetap menjalin kerja sama politik dengan nama yang berbeda.

"PKS tentu ingin mencoba agar koalisi yang bertransformasi ini tetap dapat efektif untuk mengontrol pemerintahan," kata Mardani saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019).

Dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tergabung lima parpol yakni, Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PAN dan Partai Berkarya. Mardani berharap lima partai itu membentuk kesatuan demi mengawal presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

Dia berharap setelah masing-masing parpol pendukung Prabowo-Sandi menggelar rapat kerja nasional (rakernas) bisa menentukan sikap dengan menjadi oposisi dalam pemerintahan selanjutnya.

"Dari situ harapan kami semua tetap menyatu koalisi adil makmur bertransformasi menjadi suatu kesatuan di DPR untuk efektif mengontrol pemerintahan," ujarnya.

Mardani mengatakan, sulit jika PKS berjuang sendirian sebagai oposisi mengawal pemerintahan. Bahkan, oposisi tetap tidak kuat hanya diisi dua partai.

"Lima-limanya perlu menyatu dan tidak baik kalau sendiri, tidak efektif," ucap dia.

Sebelumnya Koalisi Indonesia Adil dan Makmur resmi bubar, Jumat, 28 Juni 2019. Buntut selesainya koalisi, muncul wacana beberapa partai dalam koalisi tersebut bakal bergabung ke kubu Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

Salah satu yang bakal bergabung adalah PAN. Hal itu dikuatkan dari pernyataan Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan.

Dia mengindikasikan partainya bakal bergabung dalam barisan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pimpinan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Namun, sebelum itu, PAN terlebih dahulu menggelar rapat kerja nasional (rakernas) yang agenda utamanya adalah sikap politik PAN ke depan.

"Kita bakal melakukan rakernas dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan untuk menentukan langkah selanjutnya bagi PAN. Pertama saya harus akui bahwa kemungkinan untuk PAN untuk bergabung ke pemerintah yang nanti bakal dipimpin Pak Jokowi sangat besar," kata Bara di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (29/6/2019).


Editor : Djibril Muhammad