Usai Djoko Tjandra, Polisi Akan Bantu Penangkapan Harun Masiku

Harits Tryan Akhmad ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 23:44 WIB
Usai Djoko Tjandra, Polisi Akan Bantu Penangkapan Harun Masiku

Buron KPK, Harun Masiku (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyatakan pihaknya terus melakukan pengejaran terkait buronan tersangka kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW), Harun Masiku.

Seperti diketahui, polisi baru saja menangkap buron Djoko Tjandra. Polisi nantinya juga akan dilibatkan dalam penangkapan Harun Masiku.

“Kalau Harun Masiku kita akan melakukan pengejaran terkait dengan informasi masyarakat yang disampaikan ke KPK itu kita tindak lanjuti,” kata Alex dalam konfrensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020).

Hanya saja Alex memaparkan sampai saat ini belum membuahkan hasil. Namun dia meyakini nantinya Harun Masiku dapat tertangkap ditambah lagi dengan dibantu jajaran Kepolisian untuk memburunya.

“Kita pun sudah berkoodinasi dengan Polri dan sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), tidak hanya KPK yang mengejar sekarang tapi Polri pun membantu KPK untuk menangkap yang bersangkutan. Ya tinggal tunggu waktu saja,” katanya.

Lebih lanjut, Alex mengatakan petugas masih meyakini Harun Masiku masih berada di dalam negeri. Karena itulah, KPK masih mempertimbangkan pengajuan red notice kepada eks Caleg PDIP ini.

“Kemudian terkait apakah ada red notice, diduga yang bersangkutan masih di dalam negeri kita. Belum meminta interpool untuk memberikan red notice menangkap yang bersangkutan. Tapi masih kita meminta pada pihak Polri dengan surat DPO untuk membantu KPK menangkap yang bersangkutan,” katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina, dan sebagai pihak pemberi mantan Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq