Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun, Purbaya: Masih di Bawah 60%
Purbaya memperkirakan posisi utang pemerintah masih berpeluang turun pada akhir 2026. Dia menilai rasio utang terhadap PDB masih berada cukup jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
“Kan belum berakhir tahunnya, nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya sih akan bisa turun lagi sedikit. Dan kalau kita lihat kan, masih di bawah 60 persen, jauh,” lanjutnya.
Selain mengoptimalkan penerimaan pajak, pemerintah juga menyiapkan sumber penerimaan dari luar sektor perpajakan. Purbaya menyebut sebagian keuntungan Danantara berpotensi ditempatkan sebagai cadangan pemerintah.
“Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagai keuntungan Danantara untuk cadangan Pemerintah, sehingga itu yang bisa mengurangi utang kita juga. Nanti kita tentukan bentuknya ke depan,” tambahnya.
Posisi utang pemerintah pada akhir Juni 2026 tersebut meningkat sekitar Rp373,27 triliun dibandingkan akhir Maret 2026 yang berada di level Rp9.920 triliun.
Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada paruh pertama 2026 mencatat defisit sebesar 0,76 persen terhadap PDB. Pendapatan negara hingga akhir Juni mencapai Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara tercatat Rp1.656 triliun.
Editor: Puti Aini Yasmin