Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi RI Bisa Bengkak hingga Rp700 Triliun, Ini Penyebabnya

Rabu, 02 September 2026 - 14:25:00 WIB
Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi RI Bisa Bengkak hingga Rp700 Triliun, Ini Penyebabnya
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia juga menghadapi potensi kenaikan kebutuhan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, termasuk BBM, listrik, dan elpiji.

"Kalau ini ada peningkatan sekitar Rp300 triliun, dampaknya juga ada defisit pembiayaan yang dibiayai dari APBN, khususnya pada tahun 2026 ini," ujarnya.

Menghadapi risiko tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Yuliot menilai ketersediaan energi yang cukup dengan harga terjangkau menjadi salah satu fondasi aktivitas ekonomi dan hilirisasi industri. Pengembangan EBT juga berpotensi membuka investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses energi bagi masyarakat.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengembangan EBT. Sejumlah strategi lain disiapkan untuk memperkuat kemandirian energi, termasuk meningkatkan produksi minyak nasional.

Produksi minyak ditargetkan naik dari sekitar 600.000 barel per hari saat ini menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada 2030.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut