Wawancara Eksklusif Ahmad Dhani dengan Munarman, Tunjukkan Foto Anggota FPI Tewas Ditembak Polisi
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu kemudian menanyakan tentang senjata api (senpi), "Senpi ada tidak?" tanya Dhani dan dijawab Munarman tidak ada.
Munarman menilai, mengungkap fakta senjata api yang dibeberkan oleh Polda Metro Jaya sebagai barang bukti bukan perkara sulit. "Sebetulnya soal senpi itu perkara mudah. Tinggal lihat registernya saja itu kan senjata mahal. Registernya itu, pelurunya setiap peluru ada catatan administrasinya. Bisa dicek peluru itu. Mudah kok asal tidak dihilangkan," kata Munarman.
Dhani kemudian bertanya mengenai seandainya FPI menggelar reka ulang kejadian tersebut. "Bisa enggak? Punya informasi enggak?" tanya Dhani dan dijawab punya oleh Munarman.
Bahkan, kata Munarman telah mengumpulkan semua keterangan saksi di lokasi penembakan dan telah disampaikan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
"Kita sudah kumpulkan saksi-saksi yang ada di KM 50. Dia sudah memberikan keterangan kepada Komnas HAM. Jangan lupa. Jadi kita cukup kuat informasi yang ada pada kita," kata Munarman.
Dhani kemudian bertanya, "Bang Munarman percaya pada Komnas HAM ya?"
Munarman mengatakan, saat ini untuk persoalan dugaan pelanggaran HAM merupakan kewenangan Komnas HAM. "Ini bukan soal percaya atau tidak percaya, tapi mekanisme hukumnya memang harus Komnas HAM karena kalau dia pelanggaran HAM berat atau pelanggaran HAM, itu kan domainnya Komnas HAM," kata Munarman.
Dhani melanjutkan pertanyaannya tentang independensi Komnas HAM dalam menginvistigasi kasus penemabakan ini. "Mungkin enggak Komnas HAM diintervensi oleh kekuasaan?" tanya Dhani.