Mobil Jadi Berat dan Tidak Nyaman, Jangan Malas Sporing Ban 6 Bulan Sekali

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 14:35 WIB
Mobil Jadi Berat dan Tidak Nyaman, Jangan Malas Sporing Ban 6 Bulan Sekali

Kondisi ban yang tidak selaras bisa berdampak pada kemudi, suspensi, kinerja serta kenyamanan kendaraan. (Foto: Ilustrasi/MMKSI)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak faktor yang memengaruhi kenyamanan kendaraan. Salah satunya adalah ban. Kondisi ban yang tidak selaras bisa berdampak pada kemudi, suspensi dan kinerja kendaraan.

President Director Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengatakan, tidak larasnya ban pada kendaraan bisa membuat mobil tidak stabil, laju semakin berat hingga pergerakan ban miring di sisi tertentu. Ini membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.

"Kondisi tersebut menandakan adanya perubahan pada angle ban mobil dari factory setting atau posisi awal," kata Shin dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Selasa (28/7/2020).

Menurut Shin, solusi yang tepat untuk masalah ini adalah dengan perawatan wheel alignment (penyelarasan roda kendaraan) atau Spooring secara berkala.

“Pengendara dapat memeriksa kondisi wheel alignment secara mandiri dan mudah dengan mengecek Tread Wear Indicator (TWI) dan alignment indicator yang telah diletakkan di setiap ban," katanya.

Shin menambahkan, alignment indicator adalah dua pasang lubang kecil di kedua sisi luar dari masing-masing telapak ban. Jika posisi ban bermasalah, salah satu lubang dari alignment indicator akan terkikis terlebih dahulu.

"Jika mengikuti anjuran pabrikan, perawatan wheel alignment sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali atau mobil sudah menempuh jarak 20.000 kilometer. Tapi, itu bukan patokan baku. Sebaiknya, pengendara tetap mengecek alignment indicator pada ban mobil secara rutin," kata Shin.

Sebagai informasi, ada tiga jenis aspek keselarasan pada roda yakni camber, caster dan toe. Camber adalah kemiringan ban terhadap garis vertikal apabila dilihat dari arah depan ban, baik condong ke arah dalam mobil (negatif) maupun ke luar mobil (positif).

Sementara Caster merupakan kemiringan sumbu putar kemudi terhadap garis vertikal, baik ke arah belakang ban (positif) maupun ke depan ban (negatif). Adapun Toe adalah kemiringan ban terhadap garis vertikal. 

Editor : Dani Dahwilani