Penelitian: Ban Sumber Polusi Mikroplastik Terbesar Bisa Lemahkan Kekebalan Tubuh

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 23 April 2020 - 07:18 WIB
Penelitian: Ban Sumber Polusi Mikroplastik Terbesar Bisa Lemahkan Kekebalan Tubuh

Akademisi dan konsultan lingkungan menyebutkan partikel yang dihasilkan gesekan antara ban dan jalan sebagai salah satu sumber mikroplastik terbesar. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

SINGAPURA, iNews.id - Badan penelitian ilmiah mengungkapkan keausan ban menjadi sumber polusi mikroplastik yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Isu ini menyeruak dan menjadi pengawasan anggota parlemen di Uni Eropa (UE).

Dilansir dari Reuters, Kamis (23/4/2020), isu tersebut telah membuat industri ban senilai 180 miliar dolar AS per tahun atau sekitar Rp2.785 triliun melawan balik.

Menurut anggota parlemen dan LobbyFacts.eu, sebuah situs web yang melacak data lobi UE, perusahaan-perusahaan telah meningkatkan lobi dengan anggota parlemen Uni Eropa terkait peraturan yang lebih ketat tentang keausan ban.

Mereka juga dengan cepat melawan studi ilmiah tentang ban dan polusi mikroplastik dengan mengatakan partikel ban tidak menimbulkan risiko signifikan bagi manusia dan lingkungan.

Cardno ChemRisk, sebuah lembaga konsultan berbasis di AS dilaporkan telah bekerja sama dengan perusahaan terkait menghadapi litigasi paparan bahan kimia.

Partikel plastik, yang semakin banyak ditemukan di udara, makanan, air minum dan bahkan es Kutub Utara, dipercaya dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan kehidupan laut, meskipun tidak ada konsensus ilmiah tentang masalah ini.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak kesehatan dari mikroplastik, yang beberapa peneliti lingkungan katakan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Setidaknya 10 studi sejak 2014 oleh para akademisi dan konsultan lingkungan menyebutkan partikel yang dihasilkan gesekan antara ban dan jalan sebagai salah satu sumber mikroplastik terbesar - fragmen yang panjangnya kurang dari lima milimeter - dilepaskan ke lingkungan.

Sementara industri ban telah menerbitkan setidaknya sepuluh studi selama dekade terakhir menyimpulkan, partikel ban tidak menimbulkan risiko signifikan bagi manusia dan lingkungan, dan tidak lazim seperti yang ditunjukkan penelitian lain.

Editor : Dani Dahwilani