Sejarah Setir Mobil dari Batang Kayu hingga Berteknologi Canggih

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 06:59 WIB
Sejarah Setir Mobil dari Batang Kayu hingga Berteknologi Canggih

Bila semula setir hanya berfungsi sebagai kontrol arah kendaraan, kini disematkan berbagai fungsi lain, seperti tombol klakson, audio, airbag, dan lainnya. (Foto: Peugeot)

JAKARTA, iNews.id - Sepanjang sejarah kendaraan, roda kemudi alias setir menjadi bagian vital pada mobil. Roda kemudi terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi baik dari bentuk maupun fungsi.

Bila semula setir hanya berfungsi sebagai kontrol arah kendaraan, kini disematkan berbagai fungsi lain, seperti tombol klakson, kontrol audio, airbag, cruise control, dan lainnya.

Penggunaan setir pertama kali muncul pada 1894 di mobil berdaya empat tenaga kuda, Panhard buatan Alfred Vacheron. Umumnya, mobil pada zaman tersebut masih menggunakan batang kayu sebagai pengatur arah.

Lomba Paris-Rouen, tidak hanya dikenal sebagai ajang balapan semata, namun juga acara publikasi teknologi kendaraan yang diikuti lebih dari 100 mobil. Dalam ajang tersebut, Panhard hanya menempati posisi keempat, namun publikasi mengenai inovasi roda kemudinya tersebar luas.

Pelan tapi pasti, penggunaan roda kemudi mulai menggantikan batang pengatur arah sebagai alat untuk mengendalikan arah roda.

Peugeot pun ikut merespons. Mereka mulai menerapkan sistem roda kemudi pertama pada Peugeot Type 36 tahun 1901, dilengkapi dua buah inovasi, yaitu roda kemudi dan kap mesin merupakan hal baru pada masanya.

Kondisi Jl. Slamet Riyadi sepi lantaran CFD diliburkan, Minggu (22/3/2020). (Foto: Solopos/Nicolous Irawan)
Kondisi Jl. Slamet Riyadi sepi lantaran CFD diliburkan, Minggu (22/3/2020). (Foto: Solopos/Nicolous Irawan)

Pada awal 1990, penggunaan airbag dan power steering pada roda kemudi semakin umum. Ini mengubah paradigma dari roda kemudi yang semula hanya memiliki fungsi manuver kendaraan, menjadi lebih multifungsi.

Berbagai inovasi terhadap roda kemudi pun semakin marak dilakukan. Mulai dari perubahan bahan dasar, bahan pembungkus, bentuk, dan juga penyematan berbagai teknologi dan fungsi pada roda kemudi itu sendiri.

Kondisi Jl. Slamet Riyadi sepi lantaran CFD diliburkan, Minggu (22/3/2020). (Foto: Solopos/Nicolous Irawan)
Kondisi Jl. Slamet Riyadi sepi lantaran CFD diliburkan, Minggu (22/3/2020). (Foto: Solopos/Nicolous Irawan)

Ajang perlombaan balap juga memiliki peran penting dalam perkembangan inovasi bentuk dan fungsi roda kemudi. Pada mobil balap Peugeot 908, seluruh kontrol kendaraan disematkan pada setir. Kemudian inovasi ini diadopsi pada roda kemudi Peugeot harian terkini, dengan menyematkan berbagai teknologi.

Hingga pada 2012, Peugeot 208 memperkenalkan inovasi besar pada posisi pengemudi dengan meluncurkan Peugeot i-Cockpit®. Inovasi tersebut tidak lepas dari roda kemudi yang didesain sedemikian rupa sehingga menjadi sangat kompak dan ergonomis.

Setir didesain ulang untuk memberikan genggaman yang semakin baik. Tidak hanya itu, desain ini memberikan sang pengemudi pandangan lebih jelas terhadap instrumen kendaraan serta jarak pandang jalan.

L
L

Editor : Dani Dahwilani