Sejarah V-KOOL di Indonesia, Berawal dari Kaca Film Ajaib

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 30 April 2020 - 12:35 WIB
Sejarah V-KOOL di Indonesia, Berawal dari Kaca Film Ajaib

Pada awal kehadirannya, V-KOOL hanya menawarkan jenis kaca film bening, di tengah produk kaca film gelap yang lebih murah. (Foto: V-KOOL)

JAKARTA, iNews.idKaca film V-KOOL telah menginjak usia 25 tahun di Indonesia, tepatnya pada 29 April. Produk kaca film ini hadir di bawah PT V-KOOL Indo Lestari.

Di usia perak, PT V-KOOL Indo Lestari tumbuh dan berkembang sebagai distributor kaca film bukanlah usaha mudah. Pada awal kehadirannya, V-KOOL hanya menawarkan jenis kaca film bening, di tengah produk kaca film gelap yang lebih murah.

Kala itu, sempat membuat konsumen heran. Namun, meskipun bening performa tolak panas V-KOOL justru lebih baik.

Inilah yang menyebabkan konsumen saat itu terkesima. Dari sini awal istilah "kaca film ajaib" diperkenalkan, bening tapi tahan panas.

Harga V-KOOL waktu itu (tahun 1995) 20 kali lipat dari kaca film di pasaran. Ini yang membuat konsumen ingin tahu mengenai keistimewaan V-KOOL hingga membuat harganya begitu mahal.

Sebutan kaca film ajaib membuat orang penasaran. Karena itu, V-KOOL akhirnya dikenal orang dan mulai membuktikan performa serta manfaat kaca film dalam menolak panas.

V-KOOL mengikuti pameran perdana di Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 1996 di JCC, Senayan Jakarta. Kaca film ajaib menjadi kunci utama menggoda konsumen. Hasilnya melibihi ekspektasi dengan memberikan pengalaman kepada pengunjung V-KOOL membuat alat demo sederhana, tapi bisa dirasakan langsung calon konsumen.

"Teknologi V-KOOL adalah yang terbaik sampai saat ini. Pada saat itu, kita juga belum ada kompetitor yang memasarkan kaca film solar control," ujar Vice President PT VKOOL Indo Lestari, Linda Widjaja dalam keterangan tertulisnya kepada iNews.id, Kamis (30/4/2020).

Perjalanan V-KOOL tidak berarti tanpa kendala. Meski sukses di awal perjalanan, pemasaran kaca film mewah ini menghadapi ujian saat terjadi krisis moneter pada 1998 melanda Indonesia yang berdampak pada dunia otomotif.

Namun halangan tersebut dapat diatasi. V-KOOL berangsur pulih seiring membaiknya ekonomi Indonesia.

Kendala lain adalah kompetitor mulai berdatangan. Namun, V-KOOL kemudian dipercaya menjadi kaca film Original Equipment Manufacturing (OEM) dari beberapa brand otomotif di Indonesia.

"Kompetitor saai ini sudah sangat banyak. Jadi inovasi dan edukasi kepada pasar terus dilakukan. V-KOOL pun mulai berfokus pada branding, bukan ke arah fungsional lagi,” kata Linda.

Dia menyebutkan V-KOOL berkomitmen menyediakan varian kaca film terbaik, memadukan performa dari kaca film penolak panas. Tidak heran, dengan berbagai keunggulannya, V-KOOL dikenal sebagai kaca film premium.

Editor : Dani Dahwilani