Tak Hanya Teknologi, Anak Muda Kini Soroti Limbah Baterai Mobil Listrik
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menilai forum seperti ini penting untuk membentuk cara berpikir generasi muda terhadap persoalan dunia yang semakin kompleks.
Menurutnya, diplomasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di forum internasional, tetapi juga bagaimana membangun empati, memahami perbedaan sudut pandang, dan mencari solusi yang dapat diterima berbagai pihak.
"Pemuda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi aktor utama yang membentuk inovasi dan arah kebijakan. Diplomasi global bukan hanya tentang kemampuan berbicara, melainkan juga tentang membangun empati dan memahami keberagaman budaya," ujar Syafrian.
"Dan keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki akses yang setara terhadap pendidikan," tambahnya.
Sebagai informasi, meningkatnya perhatian pelajar terhadap isu seperti limbah baterai kendaraan listrik menunjukkan bahwa pembahasan mengenai transisi energi tidak lagi didominasi kalangan akademisi, industri, maupun pemerintah.
Generasi muda pun mulai ikut mempertanyakan bagaimana teknologi ramah lingkungan dapat dikembangkan tanpa memunculkan persoalan lingkungan baru di masa depan.
Editor: Muhammad Sukardi