7 Penyebab Tabrakan Beruntun, Banyak Pengendara Tak Perhatikan Lampu Sein dan Rem Mati

Muhamad Fadli Ramadan · Minggu, 18 September 2022 - 21:59:00 WIB
7 Penyebab Tabrakan Beruntun, Banyak Pengendara Tak Perhatikan Lampu Sein dan Rem Mati
Pengendara harus konsentrasi dan memeriksa kondisi kendaraan saat akan berkendara, apakah lampu sein dan rem mati atau tidak. (Foto: Kepolisian/Ist)

JAKARTA, iNews.idKecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Pejagan-Pemalang, Brebes Jaea Tangah, Minggu (18/9/2022). Kondisi ini melibatkan 13 kendaraan. 

Insiden ini dapat dihindari jika pengendara waspada dan menjaga jarak aman. Pengendara mobil harus berada dalam konsentrasi penuh dan memeriksa kondisi kendaraan saat akan berkendara apakah lampu sein dan rem mati atau tidak. 

"Meski teknologi pada mobil sudah meningkat pesat, tapi peran manusia masih sangat besar dalam mengendalikan mobil. Kurangnya konsentrasi sering mengakibatkan kecelakaan beruntun, terutama di jalan tol yang kerap memacu mobil dengan kecepatan tinggi," ujar Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara.

“Jalan tol adalah tempat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga harus bebas dari hambatan supaya tidak memicu kecelakaan. Pelajari pemicu tabrakan beruntun dan pastikan pengendara tahu cara mencegahnya,” kata Nur Imansyah.

Dia pun memaparkan tujuh penyebab kecelakaan beruntun yang harus dihindari pengendara mobil.

1. Tidak Menjaga Jarak Aman

Ini menjadi salah satu kebiasaan buruk para pengendara mobil. Pengendara kerap memacu mobil dengan cepat dan mengikuti mobil di depan dengan sangat rapat. Ini bisa menyebabkan tabrakan beruntun ketika terjadi situasi darurat.

Meski mobil telah dilengkapi fitur keamanan terkini yang dapat melakukan pengereman otomatis, tapi bagaimana dengan mobil di belakang. Sebab itu, menjaga jarak di mobil depan sangat penting agar memiliki kesempatan menghindari tabrakan.

2. Pindah Lajur Sembarangan

Pindah lajur tidak boleh sembarangan, gunakan kode lampu sein dan melihat kondisi lajur yang akan diambil. Namun, sebagian pengendara kerap memaksakan diri pindah lajur tanpa memperhatikan kendaraam lain di belakang.

Ini menjadi salab satu penyebab kecelakaan beruntun karena mobil dari lajur paling kanan tak punya ruang untuk menghindar.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda