BYD Bawa Teknologi Flash Charging ke Indonesia, Isi Baterai Cuma 5 Menit
Baterai tersebut juga menjalani pengujian benturan pada bagian bawah kendaraan menggunakan energi hingga 10 kali lipat dari energi yang dipersyaratkan dalam standar pengujian China. Dalam pengujian menggunakan bola baja dengan energi benturan 1.500 joule, BYD menyatakan tidak terjadi kebakaran maupun ledakan.
Ubaedilah menyebutkan BYD tidak hanya mengembangkan baterai dan charger, tetapi juga membangun ekosistem pendukung Flash Charging. Hingga 7 Oktober 2026, perusahaan mencatat telah membangun 12.165 stasiun Flash Charging di China.
Ekosistem tersebut mencakup teknologi baterai, charger berdaya tinggi, penyimpanan energi, desain konektor, aplikasi, hingga sistem pembayaran.
Dia menyebutkan kehadiran teknologi ini di Indonesia menjadi salah satu perkembangan penting dalam infrastruktur kendaraan listrik. Namun, penerapannya secara luas akan bergantung pada kesiapan jaringan pengisian daya, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta kompatibilitas kendaraan.
"Flash Charging saat ini telah dibangun di 10 titik jaringan dealer Danza di Indonesia . Kami akan membangun 100 titik Flash Charging hingga akhir tahun di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Jawa," kata Ubuedilah.
Editor: Muhammad Sukardi