Kesepakatan Gagal, BMW Batal Bangun Pabrik di Rusia

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 14:05 WIB
Kesepakatan Gagal, BMW Batal Bangun Pabrik di Rusia

Brand mobil Jerman BMW gagal membangun pabrik di Rusia, setelah pembicaraan insentif dengan pemerintah setempat mandek.

MOSKOW, iNews.id - BMW gagal membangun pabrik di Rusia, setelah pembicaraan insentif dengan pemerintah setempat mandek. Padahal, pabrikan mobil mewah Jerman ini berharap bisa membangun pabrik di sana agar dapat lebih bersaing.

"Pembangunan pabrik harus layak secara ekonomi dan menguntungkan. Selain itu, kita perlu menjaga keseimbangan yang wajar antara model lokal dan impor," ujar CEO BMW Rusia, Stefan Teuchert kepada Automotive Logistics, seperti dilansir dari Carscoops, Kamis (13/2/2020).

Saat ini, mitra lokal BMW Avtotor membangun sedan Seri 3 dan 5, serta SUV di Kaliningrad, menggunakan kit semi-knockdown impor.

Juru bicara BMW mengatakan, perusahaan terus meninjau produksi global jangka panjang, tetapi menolak mengomentari laporan tersebut. "Kami melihat Rusia sebagai pasar penting bagi BMW Group dan terus berhubungan dengan mitra produksi lokal kami Avtotor," katanya.

Sementara pesaingannya, Daimler sukses membuka pabrik Mercedes-Benz di dekat Kota Moskow pada tahun lalu (peresmian dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin). Mercy sendiri merupakan merek mobil mewah terlaris di Rusia pada 2019, dengan penjualan mencapai 42.046 unit (naik 11 persen). Sedangkan BMW menempati posisi kedua dengan penjualan 41.520 unit, naik 17 persen.

Pabrik Daimler terletak di Kota Esipovo, 40 km barat laut Moskow. Fasilitas ini dapat memproduksi 25.000 unit mobil per tahun. Awalnya, hanya sedan E-Class yang akan dibangun di sana, tetapi produksi SUV akan menyusul.


Editor : Dani Dahwilani