Mengendarai Hyundai Ioniq 5 Jakarta-Bandung, Ini yang Dirasakan Penyandang Disabilitas

Herwanto Geri ยท Senin, 27 Juni 2022 - 06:17:00 WIB
Mengendarai Hyundai Ioniq 5 Jakarta-Bandung, Ini yang Dirasakan Penyandang Disabilitas
Jurnalis Herwanto Geri, penyandang disabilitas (tidak punya tangan kanan) berkesempatan menguji mobil listrik Hyundai Ioniq 5. (Foto: Herwanto Geri/Hyundai)

JAKARTA, iNews.id - Hyundai telah meluncurkan mobil listrik yang diproduksi pertama di Indonesia Ioniq 5. Tanpa diduga kehadiran mobil tanpa emisi ini mendapat sambutan positif dari pasar Tanah Air dengan membukukan penjualan lebih dari 1.700 unit. 

Bagaimana mengendarai mobil listrik ini? Jurnalis MNC Portal Indonesia (MPI) mewakili iNews.id, Herwanto Geri, penyandang disabilitas (tidak punya tangan kanan) berkesempatan menguji mobil listrik Hyundai Ioniq 5. Rute yang ditempuh Jakarta-Bandung PP, pada Rabu 22-23 Juni 2022.

Ada 10 mobil listrik Ioniq 5 terparkir rapi di depan loby Senayan Park untuk dijajal para jurnalis. Rombongan memulai perjalanan dari Senayan Park, Jakarta Selatan menuju Cikole, Bandung, Jawa Barat, pukul 10.00 WIB.

Ioniq 5 yang dijajal perfomanya, adalah tipe Prime Long Range dan Signature Long Range. Pada perjalanan hari pertama jurnalis berkesempatan mengemudi Hyundai Ioniq 5 tipe Prime Standar Range. Mobil seharga Rp718 juta tersebut memiliki kapasitas baterai 58 kWh. 

Kesan pertama saat masuk dalam kabin Hyundai Ioniq 5, terasa sangat futuristik. Semua kontrol berbasis elektrik. 

Pada saat berangkat kondisi baterai mobil di angka 98 persen dengan estimasi jarak tempuh maksimal 401 km.

Kontrol elektrik Hyundai Ioniq 5 dilengkapi adjustment, kemudian di bagian kursi depan juga terdapat tombol secara elektrik untuk mengatur posisi kursi. Tak hanya itu, panoramic roof dapat dibuka otomatis menambah kesan modern. 

Hyundai Ioniq 5 juga dilengkap fitur adaptive curse controll yang membuat pengemudi tak perlu lagi menginjak gas saat harus berjalan konstan. Sebagai pemuda difabel fitur ini sangat membatu.

Ada tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal dan Sports. Masing-masing drive mode memberikan sensasi berkendara berbeda bagi pengemudi.

Pilihan mode Eco dapat menghemat baterai dalam perjalanan. Pada mode normal, pengemudi tak perlu injak pedal rem, mobil akan berhenti dengan sendirinya. 

Terakhir mode sport, jujur bagi saya yang pengendara tangan satu tak perlu khawatir, meski ngebut di atas 100 km. Setir pada kemudi sangat stabil apalagi sistem pengereman sangat aman. Namun, kekurangan mode ini adalah sangat menguras konsumsi daya baterai. 

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda