Merger dengan PSA, Fiat Chrysler dan Serikat Pekerja Sepakati Kontrak Kerja Sementara

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 01 Desember 2019 - 18:15 WIB
Merger dengan PSA, Fiat Chrysler dan Serikat Pekerja Sepakati Kontrak Kerja Sementara

Fiat Chrysler Automobiles dan Serikat Pekerja Otomatif (UAW) mengumumkan kesepakatan perjanjian kontrak kerja empat tahun. (Foto: NPR)

DETROIT, iNews.id - Fiat Chrysler Automobiles NV (FCA) dan Serikat Pekerja Otomatif (UAW) di Amerika Serikat (AS) mengumumkan kesepakatan sementara perjanjian kontrak kerja empat tahun. Langkah ini sebagai antisipasi karena pembuat mobil akan merger dengan Grup Prancis PSA (Peuguot).

Seperti diketahui, Fiat Chrysler dan PSA, bulan lalu, mengumumkan rencana merger 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp705 triliun untuk menciptakan perusahaan mobil terbesar keempat di dunia. Ini dikhawatirkan akan terjadi perampingan di tubuh perusahaan yang berujung pada PHK.

Dilansir dari Reuters, Minggu (1/12/2019), perjanjian sementara dengan Fiat Chrysler, harus diratifikasi anggota serikat, mengikuti kontrak yang sudah diselesaikan antara UAW dengan Ford Motor Co (F.N) dan General Motors Co (GM.N) dalam kasus sebelumnya.

Kesepakatan dengan GM setelah terjadi pemogokan 40 hari di Amerika Serikat yang hampir menutup operasi GM di Amerika Utara dengan kerugian biaya 3 miliar dolar AS.

UAW mengatakan kontrak dengan Fiat Chrysler termasuk komitmen dari FCA menginvestasikan 9 miliar dolar AS, menciptakan 7.900 pekerjaan baru selama kontrak empat tahun.

Dari 9 miliar dolar AS, 4,5 miliar dolar AS diumumkan awal tahun ini, untuk investasi di lima pabrik dan menciptakan 6.500 pekerjaan.

Persyaratan terperinci dari perjanjian ini tidak dirilis, tetapi mereka mengikuti kontrak dengan GM dan Ford, karena UAW biasanya menggunakan kesepakatan pertama sebagai pola untuk yang lain.

"FCA telah menjadi kisah sukses besar Amerika berkat kerja keras para anggota kami," kata penjabat Presiden UAW, Rory Gamble dalam sebuah pernyataannya.

"Kami telah mencapai keuntungan besar dan ketentuan keamanan kerja untuk perusahaan mobil yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani