Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Grab dan GAC Siapkan 20.000 Armada Kendaraan Listrik di Asia Tenggara
Advertisement . Scroll to see content

Penjualan Mobil Listrik di Eropa Anjlok, Produsen Panik

Jumat, 09 Agustus 2024 - 15:02:00 WIB
Penjualan Mobil Listrik di Eropa Anjlok, Produsen Panik
Penjualan mobil listrik di wilayah Eropa dilaporkan anjlok ke level terendah pada Juli 2024. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil listrik di wilayah Eropa dilaporkan anjlok ke level terendah. Di Jerman, penurunan penjualan menyentuh angka 37 persen pada Juli 2024 dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Dilansir dari Carscoops, Jumat (9/8/2024), ini adalah penurunan terbesar sejak pemerintah setempat memangkas insentif kendaraan listrik pada Desember 2023. Anjloknya penjualan mobil listrik di Eropa membuat produsen dan pemasok mobil khawatir dengan investasi besar mereka pada elektrifikasi.

Menurut data yang dibagikan Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman ada total 238.263 pendaftaran mobil penumpang baru (-2,1 persen) pada Juli 2024. Jumlah ini mencakup 83.405 mobil berbahan bakar bensin (+0,1 persen), 79.870 HEV/PHEV (+18,4 persen), 43.107 diesel (+1,4 persen), 30.762 EV (-36,8 persen), 1.078 mobil bertenaga LPG (+8,8 persen), dan hanya tiga mobil bertenaga CNG (-98,6 persen).

Indikasi perlambatan tersebut adalah pangsa pasar kendaraan listrik di Jerman turun menjadi 12,9 persen pada Juli 2024, dari 20 persen tahun lalu.

Hasil ini merupakan berita buruk bagi mereka yang mengharapkan pemulihan, setelah kuartal pertama tahun ini cukup lambat dengan penurunan penjualan kendaraan listrik sebesar 16,4 persen di Jerman. Selain kurangnya subsidi yang membuat kendaraan listrik lebih mahal, analis juga menyalahkan kurangnya mobil listrik yang terjangkau yang saat ini tersedia di pasaran.

Perlambatan kendaraan listrik memaksa para produsen mobil untuk mempertimbangkan kembali rencana masa depan mereka dan menghentikan produksi mesin pembakaran, sehingga semakin sulit bagi mereka untuk mematuhi peraturan emisi ketat Uni Eropa.

Patrick Hummel, analis di UBS mengatakan, pendapatan VW mungkin berkurang sebesar 2 miliar euro (2,2 miliar dolar AS) tahun depan sebagai akibat dari permintaan kendaraan listrik yang lambat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut