Transfer Teknologi, Foton Serahkan Mobil Listrik untuk Dipelajari Mahasiswa Indonesia
Bagi Politeknik Cristo Re, keberadaan Foton E-View juga memiliki catatan tersendiri. Mobil listrik tersebut menjadi kendaraan listrik pertama yang dikirim melalui jalur darat dari Surabaya menuju Maumere sekaligus minibus pertama yang menggunakan nomor pelat EB Maumere.
“Mobil ini interiornya sangat mewah. Kami akan menjaga dan merawatnya, tetapi yang paling utama adalah kami harus mempelajarinya sebagai lembaga pendidikan tinggi,” katanya.
Ke depan, mahasiswa Program Studi Pemeliharaan Mesin Otomotif diharapkan dapat memanfaatkan kendaraan tersebut untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik secara lebih mendalam. Pengetahuan dan pengalaman praktis itu diharapkan menjadi bekal untuk bekerja sebagai mekanik maupun tenaga pemeliharaan kendaraan listrik.
Ketua Yayasan Politeknik Cristo Re Maumere, RD Felicianus Dari mengatakan, kerja sama dengan Indomobil Foton tidak hanya berkaitan dengan dukungan fasilitas pendidikan. Menurutnya, kehadiran kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Maka berbicara tentang ekologis tidak lagi di ruang kelas, tetapi di sepanjang kehidupan kita. Indomobil Foton terbukti mempunyai kepedulian besar terhadap tanggung jawab merawat bumi,” ujarnya.
Dia mengatakan dukungan tersebut membawa tanggung jawab bagi pihak kampus untuk terus mengembangkan diri dan mengikuti perubahan teknologi. “Kita dituntut untuk terus bergerak maju, adaptif dan berpikir jauh ke depan di tengah perubahan teknologi yang cepat,” kata Felicianus Dari.
Editor: Dani M Dahwilani