40 Persen Komponen Sepeda Motor Listrik Wajib dari Dalam Negeri

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:11 WIB
40 Persen Komponen Sepeda Motor Listrik Wajib dari Dalam Negeri

Penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai beroda dua dan tiga pada 2019-2023 minimum 40 persen. (Foto: Grafis)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kehadiran kendaraan ramah lingkungan bertenaga listrik. Salah satunya kendaraan roda dua. Di mana 40 persen komponennya wajib dari diproduksi di dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

"Dalam Pasal 8 di Perpres tersebut disebutkan penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai beroda dua dan atau tiga pada tahun 2019-2023 minimum sebesar 40 persen," ujar Gati, dalam keterangannya dilansir Rabu (26/8/2020).

Gati menuturkan, pihaknya berharap pengembangan kendaraan bermotor listrik ini dapat melibatkan pelaku industri kecil menengah (IKM) komponen otomotif yang berada di sentra-sentra produksi, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Tegal, Klaten, Purbalingga, Pasuruan, dan Sidoarjo.

"Sudah cukup banyak dari IKM komponen otomotif tersebut menjadi bagian dari rantai suplai industri otomotif sebagai Tier 2 dan 3," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan target 20 persen dari total produksi nasional kendaraan bermotor roda dua pada 2025 merupakan sepeda motor listrik, dengan target sekitar 2 juta unit.

"Maka itu, keberadaan motor listrik dalam negeri seperti Katalis perlu lebih dikenal masyarakat. Salah satunya melalui keikutsertaan pada pameran modifikasi maupun pameran otomotif secara umum," katanya.

Pemerintah terus mendorong pengembangan inovasi dan peningkatan daya saing industri, termasuk sektor otomotif yang merupakan prioritas dalam era industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Kami terus membangun komunikasi dan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang mendukung serta pembinaan yang berkelanjutan dan tepat sasaran," ujar Gati.

Indonesia telah memiliki beberapa merek sepeda motor listrik lokal, di antaranya Gesits, BF Goodrich, Gelis, Selis, Katalis. Namun, hingga saat ini mereka masih menunggu regulasi terkait dengan realisasi subsidi bagi kendaraan listrik dan kesiapan infrastruktur pengisian baterai.

Editor : Dani Dahwilani