Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Minum Obat dan Jamu, Dokter Ungkap Risiko Kerusakan Ginjal
Advertisement . Scroll to see content

Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter

Minggu, 02 Agustus 2026 - 05:45:00 WIB
Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter
Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri, jamu, herbal, hingga suplemen vitamin tanpa dosis bahayakan ginjal. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri, jamu, herbal, hingga suplemen vitamin tanpa memperhatikan dosis ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan ginjal. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Hamidah, mengingatkan bahwa berbagai produk tersebut berpotensi memicu kerusakan ginjal apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan dokter.

Hal itu disampaikan dr Hamidah dalam podcast bersama Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr Jefry Tribowo. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menganggap obat bebas maupun produk herbal aman dikonsumsi kapan saja, padahal ginjal menjadi organ yang paling bekerja keras untuk menyaring dan membuang sisa zat dari dalam tubuh.

"Kebiasaan nomor empat mungkin dari obat, herbal, atau mungkin jamu-jamuan. Kalau dikonsumsi secara sembarangan tanpa anjuran dokter, tanpa pengawasan dokter," kata dr. Hamidah, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Dia menjelaskan, ginjal berfungsi menyaring zat sisa metabolisme dan membuangnya melalui urine. Ketika tubuh menerima obat atau zat tertentu dalam dosis tinggi maupun jangka panjang, organ tersebut dapat mengalami peradangan hingga penurunan fungsi.

Menurut dr Hamidah, beberapa jenis obat yang sering dikonsumsi masyarakat tanpa resep memiliki potensi menyebabkan gangguan ginjal jika digunakan terus-menerus. Di antaranya obat golongan pereda nyeri, obat lambung, beberapa jenis antibiotik, serta obat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut