Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter
Selain obat-obatan, dr Hamidah juga meluruskan anggapan bahwa jamu, herbal, dan vitamin selalu aman karena berasal dari bahan alami. Menurut dia, produk herbal dengan kandungan yang tidak jelas maupun dikonsumsi secara berlebihan tetap dapat membahayakan ginjal.
"Sama mungkin yang sering miskonsepsi itu kan tentang jamu dan vitamin ya. Jamu juga sama kan tuh dia herbal juga ada pengeluarannya kan dari kencing juga ya. Kalau kita yang herbal-herbal apalagi yang nggak jelas kandungannya, terlalu tinggi segala macam, kita harus waspada juga karena ingat ginjal kita kan bertugas untuk mengeluarkan urin. Nah, kalau kita nggak memperhatikan apa yang kita makan, hati-hati," katanya.
Dia mencontohkan, konsumsi vitamin D dalam dosis yang sangat tinggi, misalnya mencapai 50.000 IU per hari tanpa indikasi medis, dapat memicu nefrotoksisitas atau keracunan ginjal.
"Sama halnya dengan vitamin ya, kadang kemarin tuh ada juga berita katanya konsumsi vitamin D bisa sakit ginjal, ternyata di cek vitamin D-nya 50.000 IU sehari. Itu kan di atas dari nilai normal banget ya, nah itu kan udah sembarangan. Makanya vitamin-vitamin pun sebetulnya aman, cuman ya diperhatikan dosisnya, segala sesuatu kalau berlebihan juga enggak bagus," ujarnya.
dr Hamidah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat, jamu, herbal, maupun suplemen secara sembarangan. Jika memiliki penyakit tertentu atau harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang, konsultasi dengan dokter diperlukan agar dosis dan jenis obat disesuaikan dengan kondisi ginjal sehingga risiko kerusakan organ dapat dicegah.
Editor: Dani M Dahwilani