Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Minum Obat dan Jamu, Dokter Ungkap Risiko Kerusakan Ginjal
Advertisement . Scroll to see content

Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter

Minggu, 02 Agustus 2026 - 05:45:00 WIB
Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter
Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri, jamu, herbal, hingga suplemen vitamin tanpa dosis bahayakan ginjal. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Selain obat-obatan, dr Hamidah juga meluruskan anggapan bahwa jamu, herbal, dan vitamin selalu aman karena berasal dari bahan alami. Menurut dia, produk herbal dengan kandungan yang tidak jelas maupun dikonsumsi secara berlebihan tetap dapat membahayakan ginjal.

 "Sama mungkin yang sering miskonsepsi itu kan tentang jamu dan vitamin ya. Jamu juga sama kan tuh dia herbal juga ada pengeluarannya kan dari kencing juga ya. Kalau kita yang herbal-herbal apalagi yang nggak jelas kandungannya, terlalu tinggi segala macam, kita harus waspada juga karena ingat ginjal kita kan bertugas untuk mengeluarkan urin. Nah, kalau kita nggak memperhatikan apa yang kita makan, hati-hati," katanya.

Dia mencontohkan, konsumsi vitamin D dalam dosis yang sangat tinggi, misalnya mencapai 50.000 IU per hari tanpa indikasi medis, dapat memicu nefrotoksisitas atau keracunan ginjal.

"Sama halnya dengan vitamin ya, kadang kemarin tuh ada juga berita katanya konsumsi vitamin D bisa sakit ginjal, ternyata di cek vitamin D-nya 50.000 IU sehari. Itu kan di atas dari nilai normal banget ya, nah itu kan udah sembarangan. Makanya vitamin-vitamin pun sebetulnya aman, cuman ya diperhatikan dosisnya, segala sesuatu kalau berlebihan juga enggak bagus," ujarnya.

dr Hamidah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat, jamu, herbal, maupun suplemen secara sembarangan. Jika memiliki penyakit tertentu atau harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang, konsultasi dengan dokter diperlukan agar dosis dan jenis obat disesuaikan dengan kondisi ginjal sehingga risiko kerusakan organ dapat dicegah.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut