Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter
"Jadi ada beberapa obat yang kalau misalnya dikonsumsi berlebihan, dosisnya tinggi, terus-menerus tanpa pengawasan, itu bisa merusak ginjal. Tapi nggak semua kondisi tiba-tiba dalam satu pasien merusak ginjal. Misalnya seperti obat golongan anti nyeri, obat lambung paling sering kemudian obat beberapa jenis antibiotik, atau mungkin ada golongan obat-obat jantung dan pembuluh darah," ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahaya interaksi antarobat (drug interaction). Menurutnya, obat yang sebenarnya aman dapat menjadi berisiko apabila dikombinasikan dengan obat lain tanpa petunjuk tenaga medis.
"Atau mungkin dari obat tersebut sebenarnya aman nih tapi karena dikombinasi dengan obat lain, itu dapat meningkatkan toksisitas pada ginjal," katanya.
Meski begitu, dr. Hamidah menegaskan masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi obat selama penggunaannya sesuai anjuran dokter. Pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes dan asam urat, obat tetap diperlukan dengan penyesuaian dosis berdasarkan kondisi fungsi ginjal dan kadar kreatinin.
"Banyak kok obat-obatan yang ternyata aman buat ginjal atau ada juga obat-obat yang mungkin perlu perhatian kalau misalnya fungsi ginjalnya menurun atau kreatinin darah, kreatinin darahnya meningkat sekian-sekian. Itu udah dibuat tabel. Kayak obat asam urat ternyata dia tuh aman, tapi ternyata kalau dosis sekian dengan kreatinin sekian, asam urat sekian, wah itu udah mulai perhatian gitu," ujarnya.