Hindari Kecelakaan, Begini Teknik Kontrol Gas dan Pengereman Motor yang Benar

Riyandy Aristyo · Minggu, 02 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Hindari Kecelakaan, Begini Teknik Kontrol Gas dan Pengereman Motor yang Benar

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan, proses pencairan akan terlaksana sebelum pertengahan Agustus. (Foto: AHM)

JAKARTA, iNews.id – Berkendara sepeda motor di jalan raya membutuhkan skill yang baik agar aman serta tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Pengendara perlu menguasai dua teknik dasar penting dalam berkendara, yaitu kontrol gas dan pengereman.

Bagaimana teknik pengendalian gas dan rem yang benar? Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky menjelaskan, sebelum berkendara di jalan raya sebaiknya pelajari fitur hingga teknik mengendarai sepeda motor yang benar.

“Beragam ilmu teknik berkendara harus dikuasai para pengendara untuk mengurangi potensi bahaya bagi pengendara maupun orang sekeliling. Tidak hanya teknik mengatur bukaan gas dan teknik pengereman, namun perlu juga diperhatikan beberapa teknik berkendara lainnya seperti postur tubuh yang tepat, teknik menghadapi berbagai situasi jalan raya, dan mengenal rambu-rambu lalu lintas,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada iNews.id.

Mempelajari Fitur

Pengetahuan dasar yang perlu dipelajari adalah mengetahui beragam fitur-fitur pada sepeda motor yang berhubungan dengan keselamatan berkendara, seperti sistem pengereman, instrumen lampu, kaca spion dan lainnya. Ini penting khususnya bagi pemula atau pengendara baru untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Teknik Berkendara

Setelah memahami fitur keselamatan berkendara, mulailah mempelajari teknik berkendara. Beragam metode latihan dapat dilakukan para pengendara, yakni menggunakan motor statis atau mesin dalam keadaan mati. Untuk teknik pengereman, pastikan sepeda motor dalam keadaan mesin mati dengan posisi standar tengah, tutup putaran gas kemudian tarik tuas rem dengan 4 jari agar mendapatkan pengereman maksimal dan juga tarik tuas rem belakang atau injak pedal rem belakang kemudian tarik tuas kopling dan kemudian turunkan kaki kiri. Ini dapat dilakukan berulang-ulang untuk membiasakan diri sebelum berlatih dengan kondisi mesin menyala.

"Selain itu, pengendara juga dapat berlatih menggunakan alat simulasi berkendara seperti Honda Riding Trainer (HRT) agar dapat berlatih teknik dasar berkendara dan meningkatkan pemahaman tentang keselamatan berkendara secara aman dan efektif. Metode lainnya, dapat juga berlatih menjalankan sepeda motor dari titik A menuju titik B dengan didampingi instruktur berpengalaman," kata Lucky.

Sementara teknik kontrol gas dilakukan dengan cara diputar secara perlahan agar tenaga yang dikeluarkan dapat terkontrol dengan baik dan menutup putaran gas dengan cepat. Sebaliknya, jika terdapat tuas kopling tarik tuas kopling dengan cepat dan lepaskan secara perlahan.

Untuk teknik dasar pengereman, terdapat tiga tingkatan pelatihan. Tingkat pertama, fokus latihan kordinasi putaran gas, tuas rem/pedal rem dan tuas kopling. Tingkat kedua, berlatihlah mengerem dengan kecepatan lebih tinggi secara bertahap antara 30km/jam-50km/jam.

Pada tahap ketiga, berlatih dengan kecepatan 60km/jam dengan jarak berhenti 17-20 meter dari titik awal penarikan tuas rem. Pengendara dapat mengasah skill berkendara dengan sering melatih cara mengukur jarak pengereman ideal di sepanjang lintasan yang dikhususkan untuk pelatihan berkendara. 

Penggunaan teknik pengereman dan teknik bukaan gas secara intens sangat terasa ketika menghadapi tikungan di jalan raya. Dalam menghadapi tikungan, pengendara perlu melakukan pengereman secara perlahan sebelum memasuki area tikungan dan menikung dengan kecepatan konstan. Hindari mengurangi ataupun menambah bukan gas secara mendadak. Pastikan posisi sepeda motor dan postur tubuh saat berkendara dalam kondisi seimbang, sehingga bisa menghindari risiko tergelincir.

Editor : Dani Dahwilani