Tanda-Tanda Busi Bermasalah, Perhatian 4 Hal Ini Sebelum Motor Rusak Parah
JAKARTA, iNews.id - Meski ukurannya kecil dan kerap dianggap sepele, busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin. Busi bertugas memercikkan api untuk memulai pembakaran campuran udara dan bahan bakar di ruang mesin.
Jika proses pengapian tidak berjalan sempurna, tenaga motor akan menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Kondisi busi tidak optimal juga dapat mengganggu kenyamanan saat berkendara. Dalam jangka panjang, masalah pada busi bahkan berpotensi memicu kerusakan pada komponen mesin lainnya.
“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi dalam keterangan persnya, Kamis (7/5/2026).
Sebab itu, lanjut dia, pengguna sepeda motor perlu memahami tanda-tanda busi mulai bermasalah agar kerusakan tidak semakin parah. Berikut tanda-tanda busi bermasalah.
1. Mesin Sulit Dinyalakan
Salah satu gejala yang paling umum adalah mesin sulit dinyalakan. Kondisi ini terjadi karena busi yang melemah tidak mampu menghasilkan percikan api secara maksimal, terutama saat mesin dalam kondisi dingin.
2. Tenaga Loyo
Selain itu, akselerasi motor juga terasa kurang responsif atau brebet ketika gas ditarik. Hal tersebut dipicu proses pembakaran yang tidak sempurna sehingga tenaga motor terasa tertahan.
3. Bahan Bakar Boros
Gejala lain yang perlu diwaspadai yakni konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Mesin membutuhkan suplai BBM lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama akibat pembakaran tidak optimal.
4. Mesin Bergetar
Busi bermasalah juga dapat membuat suara mesin menjadi tidak stabil atau mengalami misfire. Mesin biasanya terdengar lebih kasar, pincang, hingga muncul getaran lebih kuat saat kondisi idle.
Kapan busi harus diganti?
Tak hanya mengenali gejalanya, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti busi. Penggantian secara berkala dinilai penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan efisiensi bahan bakar tetap terjaga.
Secara umum, busi disarankan diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer sesuai rekomendasi pabrikan. Namun, kondisi fisik busi juga harus diperhatikan.
Jika elektroda terlihat aus, muncul kerak karbon tebal, atau busi tampak kotor dan berkarat, maka komponen tersebut sebaiknya segera diganti.
Indikasi lain busi perlu diganti, yakni saat motor mulai terasa kurang bertenaga, sulit dihidupkan, hingga konsumsi bahan bakar meningkat.
Meski jarak tempuh belum mencapai batas penggantian, busi yang telah digunakan lebih dari satu tahun juga disarankan untuk diganti demi menjaga performa mesin tetap prima.
"Kondisi busi yang prima, proses pembakaran di ruang mesin dapat berlangsung optimal sehingga tenaga motor tetap maksimal dan nyaman digunakan sehari-hari," kata Wahyu.
Editor: Dani M Dahwilani