55,6 Persen Masyarakat Pilih Mobil Bekas saat Pandemi Covid-19, Ini yang Terlaris 

Dani M Dahwilani · Jumat, 15 Januari 2021 - 18:25:00 WIB
55,6 Persen Masyarakat Pilih Mobil Bekas saat Pandemi Covid-19, Ini yang Terlaris 
Berdasarkan survei Daihatsu, 55,6 persen masyarakat memilih mobil bekas di masa pandemi Covid-19. (Foto: Data Daihatsu)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 membuat mobil bekas banyak diminati masyarakat. Penyebabnya transportasi umum tak lagi menjadi pilihan utama karena masyarakat khawatir terjadi kluster penyebaran Covid-19.  

Berdasarkan survei Daihatsu, 55,6 persen masyarakat memilih mobil bekas di masa pandemi Covid-19. Ini karena mobil bekas selain lebih murah, kondisi ekonomi yang tidak pasti menyebabkan masyarakat hati-hati dalam belanja. 

Berdasarkan data PT Balai Lelang Asta Natra Jaya (AUKSI) pada 2020 menunjukkan Toyota berada di posisi nomor satu dalam lelang mobil bekas dengan pangsa pasar 30 persen. Di urutan kedua ada Daihatsu dengan sebesar 19 persen pada 2020. Selanjutnya Suzuki 7 persen, Mitsubishi 5 persen dan Honda 5 persen. 

Tidak jauh berbeda, untuk penjualan mobil bekas di Mobil88 yang mengelola bisnis used car Astra. Toyota berada di peringkat pwrtama sebesar 47 persen Daihatsu di posisi kedua penjualan mobil bekas setiap tahunnya dengan kontribusi 16 persen dari total penjualan di Mobil88. Kemudian Honda 15 dan Suzuki 8 persen.

Head of Customer Satisfaction and Value Chain Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Alvina Afny mengemukakan, selain paling banyak diminati, mobil bekas Daihatsu juga tidak butuh waktu lama untuk cepat laku. Tercatat rasio perputaran mobil merek Daihatsu di showroom Mobil88 kurang dari 1 bulan, kisaran 2-3 minggu sudah bisa terjual kembali setelah diakuisisi. 

"Ini menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang akan membeli kendaraan baru. Saat ini, banyak orang membeli mobil bukan hanya gaya atau alat transportasi, tetapi investasi. Selain karena faktor merek favorit dan cepat terjual, customer tentu pilih mobil yang memiliki harga jual kembali (resale value) yang baik. Artinya, saat terjual kembali, memiliki tingkat depresiasi yang rendah," ujarnya dalam video conference, Jumat (15/1/2020). 

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2