Bus Dibatasi Isi Solar 200 Liter, IPOMI dan Organda Nilai Tak Sesuai Kebutuhan di Lapangan

Muhamad Fadli Ramadan · Rabu, 14 September 2022 - 17:15:00 WIB
Bus Dibatasi Isi Solar 200 Liter, IPOMI dan Organda Nilai Tak Sesuai Kebutuhan di Lapangan
Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Organda mengkritisi kebijakan pemerintah yang akan membatasi penggunaan solar 200 liter per hari. (Foto: PO Haryanto)

JAKARTA, iNews.id - Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengkritisi kebijakan pemerintah yang akan membatasi penggunaan solar 200 liter per hari. Ini dinilai memberatkan karena konsumsi angkutan umum bus jauh dari jumlah tersebut.  

Ketua IPOMI dan Pengurus DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan para pengusaha saat ini terbentur beberapa regulasi yang tidak memihak pada pengusaha. Sebab itu, kehadiran IPOMI dan Organda dirasa sangat penting setiap kali membuat keputusan.

“Tantangan kami secara prinsip sama, bagaimana agar industri ini tetap bertahan dan bekerja secara profesional,” ujarnya saat dihubungi iNews.id.

“Untuk mencapai dua hal ini, dibutuhkan dukungan penuh dari regulator dengan regulasi yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Sani ini.

Dia menjelaskan ada beberapa aturan atau pandangan yang berbeda antara pemerintah pusat dan daerah. Itu kerap memunculkan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di setiap daerah.

“Antar lembaga baik kementerian teknis maupun pendukungnya juga harus memikirkan masyarakat. Di mana seharusnya mendukung bersama dan satu visi agar regulasinya dapat di implementasi dan menghasilkan pelayanan publik yang baik dan maksimal,“ ujarnya.

Sani menuturkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Solar semakin memberatkan para pengusaha angkutan umum. Pembatasan pembelian Solar sebanyak 200 liter per hari menjadi tantangan tersendiri.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda