Efek Covid-19, MTF Perketat Pembiayaan Kendaraan DP Minimal 40 Persen

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 09 April 2020 - 07:52 WIB
Efek Covid-19, MTF Perketat Pembiayaan Kendaraan DP Minimal 40 Persen

Perusahaan pembiayaan kendaraan di Indonesia mulai mengencangkan ikat pinggang dengan memperketat syarat kredit. (Foto: Iluatrasi/MTF)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan pembiayaan kendaraan di Indonesia mulai mengencangkan ikat pinggang. Pembatasan sosial terkait pandemi virus corona (Covid-19) telah berdampak pada perekonomian masyarakat.

Ini membuat pelaku jasa keuangan memperketat persyaratan pembiayaan kendaraan. Apalagi saat ini banyak warga yang mengajukan penundaan pembayaran kredit.

"Saat ini orang akan menahan diri untuk mengajukan kredit. Sementara dari sisi multifinance tidak mau ambil risiko tinggi. Kita juga menahan diri untuk memberikan pinjaman kepada konsumen baru," ujar Corporate Secretary and Legal Compliance Division Head MTF, Arif Reza Fahlepi dalam video conference dengan Forum Wartawan Otomotif melalui aplikasi Zoom.

Reza mengungkapkan pihaknya memberlakukan syarat ketat dengan kebijakan down payment minimal (DP) 40 persen untuk nasabah baru.

"Kalaupun kita buka, syaratnya jadi lebih berat. Kalau biasa bisa dengan DP 20 persen, sekarang sepertinya naik. Sejauh ini, MTF memberlakukan kebijakan DP 40 persen, belum sampai angka 50 persen untuk new customers," katanya.

Apalagi saat Lebaran nanti, lanjut dia, sudah ada imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik, biasanya di saat tersebut banyak yang mengajukan kredit kepemilikan mobil baru.

"Kita antisipasi dengan program kredit secara online. Tapi rasanya enggak jadi volume besar," ujar Reza.

Kenapa mengambil kebijakan menaikkan DP? "Kita ambil kebijakan untuk menaikkan DP karena secara risiko kita harus pertimbangkan mitigasi. Kita juga enggak mau jualan banyak tapi bermasalah semua," katanya.

Menurut Reza, OJK menyarankan ke arah sana, karena konsen juga dengan angka non performing loan (NPL). Jangan sampai persentse NPL tinggi merusak kinerja multifinance.

Kebijakan kenaikan DP diambil masing-masing perusahaan finance. "Kalau misalnya sudah selesai (pandemi Covid-19), kita akan recovery. Kita bisa kembali ke kebijakan awal. Untuk mengejar target yang sempat hilang," ujarnya.

Dia melanjutkan perusahaan membutuhkan pembiayaan baru. Salah satunya dengan stimulus DP kembali turun ke angka 20 persen, karena kondisi normal dan perekonomian sudah stabil.

Namun untuk recovery butuh waktu setidaknya tiga bulan. "Ini makanya mengapa untuk pengajuan restu pembiayaan perusahaan benar-benar selektif. Intinya dengan kebijakan ini, kita harus tepat sasaran," kata Reza dengan tegas.

Editor : Dani Dahwilani