Pedagang Ngeluh Penjualan Mobil Bekas Online Lesu

Riyandy Aristyo ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 13:35 WIB
Pedagang Ngeluh Penjualan Mobil Bekas Online Lesu

Penjualan mobil bekas sulit meraih konsumen dengan menggunakan sistem online atau e-commerce. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas jual beli mobil secara online menjadi pilihan di masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi interaksi. Sayang, strategi ini tak berlaku pada penjualan mobil bekas.

"Kami sudah mencoba strategi menjual mobil (bekas) secara online. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan," ujar pebisnis mobil bekas Carsell Cinere, Budi Subandono, saat dihubungi iNews.id, Kamis (25/6/2020).

Menurut Budi, menjual mobil bekas atau mobil baru secara online berbeda dengan sepeda motor. Untuk motor konsumen bisa pesan pagi dan langsung dikirim sore maupun satu hari berikutnya.

"Saat ini, orang beli motor pakai aplikasi. Misalnya beli lewat e-commerce, pagi beli sore sampai, meski pelat nomornya kosong karena suratnya belum langsung ada kan. Tapi semua orang bisa beli motor (melalui e-commerce)," katanya.

Penjualan mobil bekas sulit meraih konsumen dengan menggunakan sistem online atau e-commerce. Ini lantaran harga jualnya berbeda.

"Dengan harga Rp100 juta ke atas, orang pasti gambling banget kalau tidak melihat barangnya terlebih dahulu. Kalau penjualnya terpercaya, mungkin bisa pakai cara online. Karena banyak orang harus melihat terlebih dahulu kalau mobil," ujarnya.

Budi berharap dengan melonggarnya PSBB, masyarakat sudah bisa mendatangi dealer-dealer mobil bekas. Selain kualitasnya mobil bekas tak berbeda jauh dengan mobil baru, tentu harganya juga lebih murah.

"Saat ini, PSBB sudah dilonggarkan saya harap konsumen bisa kembali mendatangi dealer-dealer mobil bekas," ujar Budi.

Editor : Dani Dahwilani