Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemuda di Grobogan Perkosa Nenek 90 Tahun, Ditangkap usai Tepergok Anak Korban
Advertisement . Scroll to see content

Bejat! Ayah di Belitung 3 Tahun Perkosa Anak Kandung lalu Dijual Rp300.000

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:19:00 WIB
Bejat! Ayah di Belitung 3 Tahun Perkosa Anak Kandung lalu Dijual Rp300.000
Polisi menangkap RD 937) ayah yang tega memerkosa anak kandungnya bertahun-tahun lalu menjualnya ke pria hidung belang di Bangka. Pelaku ditangkap saat hendak kabur. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

BELITUNG, iNews.id – Aksi bejat dilakukan seorang ayah berinisial RD (37) hingga tega memerkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Perbuatan bejat tersangka diduga telah berlangsung secara berulang sejak tahun 2024 hingga Juli 2026. Tak hanya merenggut masa depan buah hatinya, pelaku juga tega menjual korban kepada pria hidung belang dengan harga Rp300.000. 

Aksi bejat RD akhirnya terbongkar setelah korban memberanikan diri memanfaatkan kelengaian pelaku. Saat tersangka sedang tidak berada di rumah, korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian memilukan yang dialaminya ke Mapolres Belitung. 

Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Martuani Manik mengatakan, tersangka RD (37) ditangkap saat hendak melarikan diri di Pulau Belitung. Saat ini, tersangka kini telah mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. 

"Pelaku disergap petugas saat berada di pelabuhan hendak melarikan diri," ujar Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Martuani Manik, Jumat (24/7/2026). 

Dia mengungkapkan, dari hasil penyidikan, tindakan persetubuhan ini dilakukan secara berulang sejak 2024 hingga Juli 2026, bahkan korban juga dijual ke pria lain. Dalam menjalankan aksi aksinya, RD memasang tarif sebesar Rp300.000 untuk sekali kencan. Seluruh uang hasil eksploitasi tersebut diambil langsung oleh pelaku untuk kepentingan pribadinya. 

Selama bertahun-tahun, korban berada di bawah tekanan, ancaman, dan intimidasi fisik maupun mental dari sang ayah. Hal ini membuat korban takut untuk melawan ataupun menceritakan penderitaannya kepada orang lain.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut