Fase Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Kembali ke Fase Strombolian
Dia mengatakan, kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan situasi menjelang peristiwa tsunami pada Desember 2018.
Berdasarkan analisis data deformasi, tidak ditemukan adanya pergeseran dinding kawah yang berpotensi memicu longsoran. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa potensi tsunami akibat longsoran tubuh gunung tidak menunjukkan ancaman seperti pada 2018.
Dia mengungkapkan, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga tidak mencatat adanya anomali muka air laut di sepanjang Selat Sunda.
"Berdasarkan data BMKG di periode 4-6 September tidak ada anomali terhadap muka laut yang menandakan, tidak adanya potensi tsunami," ucapnya.
Membaiknya kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau turut memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan. Seluruh NOTAM keselamatan penerbangan saat ini berada dalam status hijau dan biru.