Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Gunung Bromo, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan Drone Air
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Gunung Gede Pangrango Hanguskan 5 Hektare Lahan, Pendakian Ditutup!

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 18:20:00 WIB
Karhutla Gunung Gede Pangrango Hanguskan 5 Hektare Lahan, Pendakian Ditutup!
Petugas gabungan berhasil memadamkan kobaran api di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

CIANJUR, iNews.idKebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menerjang dua lokasi berbeda di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya lima hektar lahan di area Alun-alun Barat Suryakencana dan Kawah Wadon. 

Meskipun kobaran api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, Balai Besar TNGGP memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur pendakian demi keselamatan. 

Peristiwa kebakaran pertama kali terpantau di area Alun-alun Barat Suryakencana pada Jumat (7/8/2026) sore. Video amatir yang direkam oleh pengelola basecamp memperlihatkan vegetasi di padang savana tersebut ludes terbakar sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas dan relawan. 

Tak berhenti di situ, titik api susulan kembali terdeteksi di kawasan Kawah Wadon pada Sabtu (8/8/2026) pagi. Petugas gabungan yang sudah dalam posisi siaga langsung bergerak cepat memadamkan kobaran api agar tidak merembet lebih luas. 

Kabid Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Yulianto, merinci total luasan lahan yang terdampak dalam insiden tersebut. 

"Akibat peristiwa ini, lahan yang terbakar di area Alun-alun Barat Suryakencana diperkirakan mencapai satu hektar, sedangkan di area Kawah Wadon mencapai empat hektar," ujar Agus Yulianto, Sabtu (8/8/2026).

Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca ekstrem dan minimnya intensitas curah hujan yang membuat vegetasi serta rerumputan mengering hingga rawan terbakar. Kondisi diperparah oleh cuaca terik di siang hari dan suhu dingin membeku di malam hari. 

Meskipun api sudah padam total, ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, tim Rescue, serta relawan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penyisiran guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut