Pemprov Jabar Gandeng University of Nottingham Kembangkan Kendaraan Listrik
Dalam LoI, kerja sama mencakup pengembangan model usaha stasiun pengisian kendaraan listrik, implementasi kendaraan listrik, dan pemanfaatan energi terbarukan. Kemudian, peningkatan kapasitas aparatur negara sebagai bagian upaya Pemprov Jabar menurunkan emisi gas rumah kaca.
Kang Emil berharap, kerja sama dengan University of Nottingham dapat membantu pengembangan green economy di Jabar. Pihaknya pun berkomitmen membuat kebijakan yang bisa mempermudah penelitian di bidang lingkungan hidup. "Jadi, kami berharap setelah penandatanganan ini, kami ingin melihat kemajuan penelitian," ujarnya.
Sejalan dengan penandatangana LoI, Kang Emil bersama Presiden Joko Widodo di hari sama meletakkan batu pertama proyek pembangunan pabrik baterai listrik terbesar di Asia Tenggara. Pabrik yang berlokasi di Kabupaten Karawang itu bernilai investasi 1,1 miliar Dollar AS untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik.
"Banyak berita baik yang mau saya bagikan. Pertama, beberapa jam yang lalu, saya menemani Presiden Joko Widodo untuk memulai ground breaking USD1,1 miliar untuk pabrik baterai listrik yang pertama dan terbesar di Asia," tutur Kang Emil.
"Ini akan dilakukan dua tahun, jadi mudah-mudahan pada tahun 2023 Indonesia akan memproduksi baterai listrik sendiri untuk EV electricity vehicle," ucap Gubernur Jabar.