Pemprov Jabar Gandeng University of Nottingham Kembangkan Kendaraan Listrik
Asisten Professor University of Nottingham Dr Bagus Muljadi mengatakan, kolaborasi antara pihaknya dan Pemprov Jabar adalah bentuk nyata diaspora akademik Indonesia di perguruan tinggi Inggris Raya dalam memfasilitasi transfer teknologi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.
"Dalam upaya pemenuhan Net-Zero emission target, Indonesia dengan sumber tenaga panas bumi, mineral untuk baterai, dan lahan gambut yang melimpah memiliki peran dominan di dunia," kata Dr Bagus Muljadi.
Minister Counsellor Hartyo Harkomoyo mengatakan, penandatanganan kesepakatan ini merupakan bukti bahwa Indonesia dan Inggris terus bekerja sama dengan erat untuk memperkuat prioritas riset nasional dan SDM Indonesia. Dia berkeyakinan, kedua pihak akan melanjutkan kesepakatan ini untuk menghasilkan kegiatan konkret sesuai target yang diharapkan.
Selain itu, kedua pihak juga akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait dan diaspora Indonesia, khususnya para ilmuwan. KBRI London akan terus memfasilitasi Pemprov Jabar dan University of Nottingham dalam mengimplementasikan kesepakatan ini.
Menurut Hartyo, kolaborasi antara pemerintah dan akademik diharapkan mampu menurunkan emisi karbon pada bidang transportasi yang saat ini didominasi oleh energi fosil. Sebagai informasi, bauran energi listrik Jabar saat ini, 34 persen di antaranya merupakan energi baru terbarukan.
"Maka dari itu, pembangunan infrastruktur yang dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda diharapkan mampu mendorong pola konsumsi energi ke arah yang lebih berkelanjutan," kata Hartyo.
Editor: Agus Warsudi