Warga Suku Badui Bantu Amankan Ratusan Monyet yang Serbu Desa Cibeureum Kuningan
“Sudah lama kawanan monyet ini ke permukiman warga. Tapi, karena jumlahnya semakin banyak, maka warga mengeluh,” kata Suheri.
Suheri menambahkan, empat bulan terakhir, serangan monyet ke peemukiman penduduk desa dan lahan pertanian warga semakin tak bisa dikendalikan. Akibatnya, masyarakat Desa Cibeureum mengadukan masalah ini ke pemerintah desa setempat. Mereka mendesak agar serbuan kawanan monyet berjenis ekor panjang tersebut segera diatasi.
“Kami dari pemerintah desa kemudian berkirim surat ke BKSDA Jabar dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk bisa mengatasi masalah tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Kebakaran di Perkampungan Badui Luar, 37 Rumah Ludes Dilalap Api
Dia mengatakan BKSDA Jabar dan BTNGC juga sudah berupaya dengan cara mengendalikan populasi monyet di hutan lindung Tamam Nasional Gunung Ciremai seluas 9 hektare.
“Jumlah populasi kera ekor panjang di hutan lindung semakin meningkat. Dalam setahun, kera betina bisa melahirkan hingga dua kali,” katanya.
Sementara seorang warga Desa Cibeureum Akhyari (60), mengaku sudah kerepotan mengatasi serbuan monyet ke permukiman. Kawanan monyet itu bukan saja mengambil barang-barang atau makanan dalam rumah, tapi juga merusak atap-atap rumah.
Selain itu, para petani sudah resah karena waktu mereka tersita untuk menjaga lahan dari ancaman serbuan monyet. “Ubi milik petani juga rusak diserang kawanan monyet yang berkeliaran,” katanya.
Editor: Maria Christina