Gema Selawat dan Doa Ribuan Santri Kawal Sidang Gus Yaqut di PN Jakarta
JAKARTA, iNews.id – Suasana penuh kekhusyukan mewarnai pelataran gedung Pengadilan Negeri Jakarta di sela-sela persidangan kasus kuota haji yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).
Massa yang terdiri atas para santri, kiai, hingga kader Banser menggelar istigasah atau doa bersama yang dipimpin langsung KH M Syarofuddin Ismail Qoimaz, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa pendukung yang mengenakan pakaian putih-putih, sarung, dan peci hitam duduk bersila secara rapi memadati pelataran gedung. Momen haru dan khusyuk terasa saat gema selawat Shalawat Asyghil serta lantunan amin mengudara mengetuk keadilan.
Mbah Syarof sapaan akrab KH M Syarofuddin Ismail Qoimaz tampak memimpin doa dengan diiringi amini khusyuk dari ribuan jamaah yang hadir. Doa bersama ini ditujukan agar proses persidangan berjalan secara jujur, adil, transparan, serta memberikan keadilan sejati bagi Gus Yaqut.
"Kami hadir secara ikhlas untuk mengetuk pintu langit. Kami berdoa agar majelis hakim diberikan keteguhan hati dan ketelitian dalam memutus perkara ini berdasarkan fakta kebenaran yang sebenarnya," ujar Agus, anggota Banser asal Balapulang, Kabupaten Tegal.
Aksi doa bersama dan pengawalan sidang ini berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif hingga persidangan selesai. Kehadiran ribuan simpatisan lintas daerah ini menjadi bentuk dukungan moral spiritual sekaligus komitmen menjaga proses hukum tetap berjalan di atas koridor keadilan.
Selain istigasah, persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tersebut juga dihadiri sejumlah kiai karismatik.
Sejumlah kiai karismatik dan pengasuh pondok pesantren besar dari berbagai daerah turun gunung menghadiri langsung proses persidangan.
Kehadiran para ulama penyejuk umat ini memberikan nuansa teduh di tengah sorotan publik terhadap jalannya persidangan perkara kuota haji.
Berdasarkan pantauan di lokasi persidangan, tampak hadir di barisan depan deretan ulama terkemuka Tanah Air, di antaranya KH M Syarofuddin Ismail Qoimaz yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang, KH Abdul Ghofur Maimoen atau Gus Ghofur (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang, Rembang).
Selain itu, KH Aunullah A'la Habib (Gus Nullah) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Doglo, Boyolali, KH Labib Shodiq Suhaimi atau Abah Labib (Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, dan KH Ahmad Purwaji Al-Badawi dari DKI Jakarta).
Kehadiran jajaran ulama dan pimpinan majelis tersebut tak sekadar memberi sokongan moral kepada Gus Yaqut, tetapi juga mengawal dan memastikan proses penegakan hukum berjalan jujur, adil, transparan, serta jauh dari intervensi politik maupun opini yang menyesatkan.
Kehadiran para kiai tersebut juga menjadi simbol kuat persatuan para pengasuh pesantren dalam menyikapi dinamika hukum yang tengah dihadapi Gus Yaqut.
Di sela-sela persidangan, para kiai bersama ribuan santri yang memadati area pengadilan juga memimpin doa bersama dan istigasah demi keselamatan bangsa serta ditegakkannya keadilan sejati.
Sebelum sidang, Gus Yaqut menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kehadiran para ulama dan pimpinan pesantren tersebut.
Dia menegaskan, para kiai dan santri hadir secara ikhlas tanpa dipungut atau dikoordinasikan secara formal, melainkan didorong niat luhur mengawal kebenaran.
Gus Yaqut juga mengimbau agar seluruh simpatisan tetap menjaga kondusivitas. "Kita imbau semua pendukung tetap tenang. Para kiai, bu nyai, tokoh nasional, santri, kader Ansor, dan siapa pun yang hadir tidak pernah kita koordinasikan. Mereka hadir secara ikhlas karena ingin pengadilan berjalan sebagaimana mestinya. Mereka semua saudara saya yang ingin bangsa ini tetap tegak di atas kebenaran sejati," ujarnya.
Editor: Kastolani Marzuki