Pasien RSUD dr Haryoto Lumajang Meninggal, Keluarga dan Rumah Sakit Beda Versi
LUMAJANG, iNews.id - Seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang bernama Sarah (55) meninggal dunia setelah kondisinya memburuk saat menjalani rawat inap. Pihak keluarga menduga Sarah terlambat mendapat pertolongan medis, sementara rumah sakit membantah adanya keterlambatan penanganan.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Samsul Arifin, warga Desa Kawah Wurung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ibunya meninggal dunia beberapa hari lalu setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Almarhumah Sarah awalnya mengeluhkan nyeri kepala dan sesak napas. Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit hingga mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Haryoto.
Setelah kondisinya dinilai stabil, Sarah dipindahkan ke ruang rawat inap. Namun, tidak lama kemudian kondisinya kembali menurun dengan gejala batuk yang disertai keluarnya lendir bercampur darah.
Menurut keluarga, mereka langsung meminta bantuan perawat yang berjaga ketika kondisi pasien kembali memburuk. Namun, keluarga mengaku diminta menunggu.
Permintaan pertolongan disebut telah disampaikan berulang kali karena kondisi pasien semakin kritis. Keluarga mengaku tetap diminta menunggu dan belum melihat adanya tindakan medis terhadap Sarah.
Samsul Arifin mengatakan, kondisi ibunya semakin memburuk setelah mengeluarkan lendir darah dan mengalami sesak napas.
"Ibu saya keluar lendir darah saya bilang ke perawat dibilang suruh tunggu. Tak lama setelah makan Ibu saya sesak napas, sama perawatnya juga masih disuruh menunggu, tidak ada perawat yang datang," ujarnya, Senin (10/8/2026).
Menurut keluarga, mereka menunggu sekitar satu jam 30 menit dalam kondisi Sarah yang kritis. Sarah kemudian disebut mengalami muntah darah sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Abis itu Ibu saya muntah darah hingga tutup usia, baru perawatnya datang," katanya.
Keluarga menyesalkan penanganan yang mereka nilai lambat, terutama karena kondisi Sarah saat itu sudah kritis.
RSUD Haryoto memberikan keterangan berbeda dengan keluarga. Rumah sakit membantah adanya keterlambatan dalam memberikan pertolongan kepada Sarah.
Direktur RSUD Haryoto dr Wawan Arwijanto mengatakan pihaknya telah memberikan penanganan kepada pasien saat muncul keluhan.
"Ada kejadian yang menurut keluarga pasien, perawat terlambat datang memberikan penanganan. Pada kenyataannya, kejadiannya itu ada pasien yang masuk ruangan rawat inap dan mengalami batuk darah," ujarnya.
Menurut Wawan, perawat telah mendatangi pasien dan memberikan pertolongan ketika menerima laporan mengenai kondisi Sarah.
"Sebenarnya perawat sudah datang, sudah memberikan pertolongan saat itu juga ketika ada keluhan dari pasien, hanya hasilnya tidak seperti yang diharapkan," katanya.
Dia juga menyebut terdapat dokter yang berjaga selama 24 jam di Instalasi Gawat Darurat.
"Ada dua dokter jaga 24 jam di IGD," ucapnya.
Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Sarah. Meski demikian, mereka tetap menyesalkan penanganan medis yang dinilai tidak cepat ketika kondisi pasien memburuk. Keluarga berharap pihak rumah sakit memberikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.
Editor: Donald Karouw