Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Temui Kapolri, Menkomdigi Minta Judi Online hingga Pencuri Kabel Internet Ditindak
Advertisement . Scroll to see content

Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 November 2026 - 19:42:00 WIB
Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT
Menkomdigi Meutya Hafid mendorong pemanfaatan AIoT untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan perikanan di Lamongan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content
Menkomdigi Meutya Hafid mendorong pemanfaatan AIoT untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan perikanan di Lamongan. (Foto: Istimewa)
Menkomdigi Meutya Hafid mendorong pemanfaatan AIoT untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan perikanan di Lamongan. (Foto: Istimewa)

Dikatakan, petani tambak Karno, bahwa belum 1 tahun dari dirinya memperoleh bantuan venjet memanfaatkan teknologi AIoT, yang Karno rasakan adalah pertumbuhan ikannya menjadi lebih baik, suplai oksigen lebih baik, ikan lebih sehat dan lahap yang ini tentu berpengaruh terhadap bobot ikan, serta tingkat kematian ikan juga berkurang. 

Sama halnya Karno, Mia Oktavia salah satu petambak perempuan Lamongan juga mengaku dirinya tidak perlu berkali-kali melakukan pengecekan langsung ke tambak, dari yang biasanya 2 hingga 3 kali sehari menjadi hanya perlu 1 kali sehari dengan menggunakan teknologi AIoT.

"Dapat mengecek pH air, salinitas air, tingkat kematiannya juga berkurang, untuk pakan kami stabil. Ikan kerapu kecil sangat terbantu oksigennya. Efisien waktu juga, bisa dikontrol dari rumah. Intensitas turun ke tambak berkurang karena bisa dikontrol dari rumah, biasanya pagi kontrol, sore beri makan, malam kontrol oksigen, sekarang cukup 1 kali ke lapangan," terang Mia.

Tidak hanya itu, Mat Eskan salah satu petani yang merasakan manfaat AIoT juga mengaku sangat senang karena tidak lagi hanya mengandalkan intuisi, saat ini dalam mengontrol melonnya dia dapat menggunakan data real dengan menggunakan smart fertigation (sistem otomatis pertanian yang menggabungkan proses irigasi dan pemupukan secara presisi). 

"Saya senang sekali dengan alat ini karena bisa mengontrol pH tanah berapa, kandungan air berapa, sehingga bisa mengontrol melon saya, biasanya memakai intuisi, sekarang lebih jelas menggunakan data (konkret, real)," ucapnya.

Mendampingi Menkomdigi pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap adanya teknologi pada pertanian dan perikanan budidaya ini akan mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi milenial muda.

"Adanya digitalisasi ini sangat menjadikan ketertarikan khususnya para milenial untuk bisa bertambak maupun bertani, karena dengan bantuan teknologi memudahkan mereka untuk lebih menyukai bidang pertanian dan perikanan. Harapan kami ini dapat terus dikembangkan karena ini memang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus juga agar pertanian ini bisa terus berkelanjutan dengan produktivitas yang lebih baik," harap Pak Yes.

Editor: Adhenda Madarina Idzni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut