Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan OMC Tangani Karhutla Way Kambas
Advertisement . Scroll to see content

Sebulan Membara, Karhutla di TN Way Kambas Lampung Belum Padam

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:25:00 WIB
Sebulan Membara, Karhutla di TN Way Kambas Lampung Belum Padam
Kebakaran kembali terjadi di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung, setelah api sempat dipadamkan pada Selasa (25/8/2026). (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG TIMUR, iNews.id – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, belum juga berhasil dipadamkan sejak 22 September 2026.

Kobaran api telah menghanguskan lahan gambut serta vegetasi kering, hingga memasuki wilayah zona rehabilitasi dan zona inti hutan yang berada di wilayah kerja Resort Cabang, Resort Susukan Baru, serta Rawa Bunder. 

Upaya pemadaman oleh tim di lapangan tidak berjalan maksimal akibat terkendala krisis sumber air di lokasi serta kencangnya embusan angin yang membuat api cepat berpindah. 

Untuk menyiasatinya, petugas gabungan berjibaku menyambung pipa dan selang air hingga sepanjang tiga kilometer. Operasi pemadaman darat ini juga dikombinasikan dengan pengerahan helikopter water bombing serta penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC). 

"Upaya pemadaman terus digencarkan secara maksimal oleh tim gabungan bersama relawan di lapangan menghadapi tantangan cuaca dan medan gambut," ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, Senin (26/10/2026). 

Senada dengan hal tersebut, Sukiman, salah seorang relawan pemadaman, menyebutkan bahwa petugas kerap menghadapi kendala api yang hidup kembali di titik-titik yang sebelumnya telah dipadamkan akibat bara di bawah permukaan tanah gambut.

Rentetan Karhutla di Way Kambas

Sebelumnya, pada akhir Agustus 2026, wilayah TNWK juga sempat dilanda kebakaran hebat di Kecamatan Braja Selebah dengan total luas lahan terdampak mencapai 802 hektare. 

Memasuki akhir September, api kembali berkobar di sejumlah resort berbeda. Hingga Senin (26/10/2026), api terpantau masih terus muncul di kantong-kantong lahan gambut, memaksa ratusan personel siaga penuh guna mencegah perluasan kerusakan ekosistem dan habitat satwa dilindungi di kawasan konservasi tersebut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut