Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pilah Jadi Kunci
Advertisement . Scroll to see content

27 Truk Berhenti Beroperasi, Warga Gowa Keluhkan Tumpukan Sampah dan Bau Menyengat

Selasa, 22 September 2026 - 22:26:00 WIB
27 Truk Berhenti Beroperasi, Warga Gowa Keluhkan Tumpukan Sampah dan Bau Menyengat
Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga menutup ruas jalan umum. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

GOWA, iNews.id - Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga menutup ruas jalan umum. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Tumpukan sampah terlihat di sejumlah lokasi di Kecamatan Somba Opu dan Pallangga. Kondisi ini telah terjadi sejak Rabu (16/9/2026) setelah sampah dari permukiman warga tidak terangkut selama beberapa hari.

Di beberapa tempat pembuangan sampah sementara, tumpukan sampah bahkan meluber hingga menutupi badan jalan. Sampah yang berada di dekat permukiman juga mengeluarkan bau menyengat dan dikeluhkan warga dalam tiga hari terakhir.

Kondisi tersebut terjadi setelah 27 truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Para sopir truk disebut kesulitan mendapatkan solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena utang pembelian BBM pemerintah kabupaten kepada SPBU belum terbayarkan.

Selain persoalan BBM, pengangkutan sampah juga terkendala penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kecamatan Bajeng. Pemilik lahan menutup lokasi tersebut karena mengklaim pembayaran sewa lahan selama belasan tahun belum diselesaikan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin tidak nyaman akibat sampah yang menumpuk dan mengeluarkan bau menyengat.  "Sudah tiga hari, biasanya setiap hari diambil sama truk tapi sekarang tidak lagi," kata Rahayu, warga setempat. 

Sementara itu, sopir truk sampah mengaku kendaraan tidak beroperasi sejak Selasa (15/9/2026) karena persediaan solar untuk 27 truk telah habis.

"Solar tidak dikasih di Pertamina. Selain itu TPA juga ditutup, tidak dikasih masuk," ucap Arifuddin Subali, salah satu sopir truk.
 
Tidak beroperasinya armada pengangkut sampah membuat sebagian warga memilih membuang sampah di pinggir jalan poros. Tumpukan tersebut kemudian semakin banyak dan menimbulkan 

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut