Dikirimi Hadiah, Pasutri Pensiunan BUMN Malah Terjerat Investasi Bodong hingga Rp900 Juta
GOWA, iNews.id - Paket hadiah yang datang ke rumah justru menjadi awal petaka bagi pasangan suami istri (pasutri) pensiunan salah satu perusahaan BUMN di Papua. Pasangan berinisial AM itu diduga terjerat penipuan investasi online hingga kehilangan uang sekitar Rp900 juta dan kini terlilit utang.
Modus tersebut disebut bermula dari kiriman holder telepon seluler yang diterima korban sebanyak tiga kali. Setelah itu, korban mendapat pesan melalui WhatsApp dan diminta mengikuti survei hingga akhirnya dimasukkan ke dalam sebuah grup.
"Mulanya mereka memberikan hadiah, dikirim terus secara berulang-ulang. Kemudian pada tanggal 1 Oktober beliau diminta untuk memberi survei, dalam survei itu beliau dimasukkan ke dalam grup," kata kuasa hukum korban, Machfud Mahbub, saat konferensi pers di Cafe HMKopi, Jalan Pallantikang 1, Kelurahan Tombolo, Kabupaten Gowa, Selasa (6/10/2026) dikutip dari iNews Celebes.
Setelah berada di grup tersebut, korban ditawari mengikuti investasi secara daring. Mereka awalnya diminta melakukan top up sebesar Rp500.000.
Setelah transaksi dilakukan, saldo akun investasi disebut bertambah sekitar 30 persen. Kenaikan saldo tersebut membuat korban percaya bahwa investasi yang ditawarkan memberikan keuntungan nyata.