Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekshumasi Jenazah Sutrimo Dimulai, Sampel Diambil untuk Pastikan Penyebab Kematian
Advertisement . Scroll to see content

Makam Nenek 81 Tahun di Takalar Dibongkar Polisi, Keluarga Curiga Kematian Tak Wajar

Senin, 07 September 2026 - 14:19:00 WIB
Makam Nenek 81 Tahun di Takalar Dibongkar Polisi, Keluarga Curiga Kematian Tak Wajar
Polisi melakukan ekshumasi makam nenek 81 tahun di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, setelah keluarga menduga kematiannya tidak wajar. (Foto: iNews TV/Bugma)
Advertisement . Scroll to see content

TAKALAR, iNews.id - Makam nenek 81 tahun di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dibongkar polisi setelah keluarga mencurigai kematiannya tidak wajar. Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab meninggalnya Mini Daeng Jime yang telah dimakamkan selama tiga bulan.

Pembongkaran makam dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangara’bombang, Kabupaten Takalar. Langkah tersebut dilakukan atas permintaan keluarga yang merasa ada kejanggalan saat korban ditemukan meninggal dunia.

Mini Daeng Jime meninggal pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu. Saat ditemukan, keluarga melihat sejumlah kondisi yang membuat mereka curiga, di antaranya lidah korban menjulur keluar dan terdapat luka pada bagian kepala.

Keluarga kemudian meminta polisi mengautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian nenek tersebut. Polisi melakukan ekshumasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Menurut keluarga almarhumah, Karna mengatakan, terdapat beberapa kejanggalan pada kondisi jenazah saat ditemukan. Mereka berharap hasil pemeriksaan medis dapat memberikan kepastian terkait penyebab kematian neneknya.

"Kita selaku keluarga merasa tidak puas dengan keadaan mayat saat ditemukan. Sebab kondisinya mata melolot, lidah menjulur, terjadi pembengkakan di kepala, luka di telinga dan pendarahan dengan bau menyengat," ujar Karna, keluarga almarhumah, Senin (7/9/2026).

Keluarga menegaskan tidak ingin menuduh pihak tertentu dan hanya meminta kejelasan terkait kematian Mini Daeng Jime.

"Kami minta pembongkaran karena merasa ada kejanggalan saat mayat ditemukan. Kami ingin keadilan, kami tidak menuduh hanya butuh kejelasan. Kami ingin tahu korban meninggal karena apa," katanya.

Saat ini, kasus kematian Mini Daeng Jime masih dalam penyelidikan Polsek Mangara’bombang, Kabupaten Takalar. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut