IMF Ingatkan Soal Penyebab Resesi Berkepanjangan
IMF memprediksi, prospek ekonomi global akan semakin gelap dan risiko resesi dengan cepat meningkat. Karena itu, IMF sekali lagi akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
"Kami memperkirakan negara-negara yang menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi dunia akan mengalami setidaknya dua kuartal berturut-turut kontraksi tahun ini atau tahun depan. Bahkan ketika pertumbuhan positif, itu akan terasa seperti resesi karena pendapatan riil menyusut dan harga naik," tuturnya.
IMF mengantisipasi dunia bisa kehilangan 4 triliun dolar AS dalam output ekonomi antara sekarang dan 2026.
"Ini adalah ukuran ekonomi Jerman, kemunduran besar bagi ekonomi dunia," ucapnya.
Setelah pertumbuhan global mencapai tingkat tahunan sebesar 6,1 persen pada Oktober 2021 di tengah pemulihan yang kuat dari pandemi Covid-19, IMF sejak itu menurunkan proyeksinya secara teratur. Lembaga keuangan global tersebut sekarang mengantisipasi pertumbuhan menjadi total 3,2 persen tahun ini dan 2,9 persen pada tahun depan.