Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Karo, Kepala SPPG Dicopot hingga Dapur Disegel
"Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya," ujarnya.
BGN juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk menangani kejadian tersebut. Pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat guna mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," katanya.
Sudaryono juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Dia berharap para siswa yang terdampak segera mendapatkan pemulihan.
"Saya dan Karo memiliki ikatan moral melalui marga Sitepu. Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh," katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatra Utara mencatat sebanyak 279 pelajar terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG hingga Kamis (13/8/2026). Para pelajar tersebut berasal dari tiga sekolah di Berastagi, yakni SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMAN 1 Berastagi. Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan, yaitu RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda.
Meski dapur MBG tersebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penyebab pasti kejadian masih belum diketahui. BGN bersama pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan sampel sisa lauk pauk yang dikonsumsi para siswa untuk memastikan sumber dugaan keracunan MBG.
Editor: Donald Karouw