Suami Istri Histeris Datangi Polres Nias, Cari Keadilan Kasus Anaknya yang Hilang
Dia mengungkapkan, paman korban ketika itu menyampaikan jika Marsetia Gea dia tinggalkan di tepi sungai yang saat itu sedang banjir dan berarus deras. Dia ketika itu membawa adik korban yang berusia dua tahun untuk menyeberang. Mereka saat itu dalam perjalanan pulang dari kebun.
"Jadi anak ini hilang pada 25 Juli. Hilangnya tidak jelas saat dibawa pamannya," kata Foriman.
Keluarga semakin curiga setelah pamannya berulang kali mencoba meminta perdamaian dengan memberi uang Rp20 agar keluarga korban tidak keberatan.
Kecurigaan keluarga semakin bertambah karena merasa dipersulit saat melakukan pencarian. Mereka dihalang-halangi oknum kepala desa yang menjadi lokasi TKP dilaporkan hilang dengan alasan harus ada izin tertulis.
"Kami juga pernah di-massa lebih dari 500 orang saat akan melakukan pencarian. Akhirnya kami gagal mencari korban," ucapnya.