Air Mata Susi Susanti di Barcelona
Jika menyebut Barcelona yang teringat di benak orang Indonesia tentu sebuah klub sepak bola tersohor asal kota di Catalonia tersebut.
Namun, di sisi lain, kota yang memiliki sejarah budaya yang kaya dan kuil-kuil serta bangunan berkarya arsitek Antoni Gaudi dan Lluis Domenech i Montaner, yang telah dinobatkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO itu menyimpan kisah emas buat bangsa Indonesia.
Ya, sejarah emas itu tertulis pada 25 tahun lalu kala kota itu menjadi tuan rumah Olimpiade 1992. Di sanalah seorang anak bangsa bernama Susi Susanti sukses mengibarkan Merah Putih di posisi paling tinggi di antara bendera negara lainnya.
Pertarungan sengit di final nomor tunggal putri bulu tangkis itu berakhir haru kala lawan dari Korea Selatan Bang Soo-hyun salah mengirim shuttlecock ke luar garis permainan. Susi yang saat itu masih berusia 21 tahun pun langsung bersorak girang menghujamkan kepalnya ke udara.
Setelah nyaris tak mendapat perlawanan berarti mulai dari lawan wakil Thailand Somharuthai Jaroensiri (11-6, 11-1) pada perempat final, menang atas Huang Hua asal China (11-4, 11-1), baru di final itu Susi harus memeras keringat lebih banyak. Dia harus melewati pertarungan tiga set sebelum memastikan kemenangan 5-11, 11-5, dan 11-3.