Api Olimpiade Akan Tiba di Jepang, Jumat (20/3/2020) Hari Ini

Antara ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 06:33 WIB
Api Olimpiade Akan Tiba di Jepang, Jumat (20/3/2020) Hari Ini

Api olimpiade yang diterbangkan dari Yunani akan tiba di Jepang, Jumat (20/3/2020) hari ini. (Foto ARIS MESSINIS/AFP via Getty Images)

TOKYO, iNews.id – Api Olimpiade yang diterbangkan menggunakan pesawat dari Yunani akan tiba di pangkalan udara Matushima, Jepang, pada Jumat (20/3/2020) pagi waktu setempat.

Sesampainya di pangkalan udara yang terletak di wilayah barat daya Jepang itu, api Olimpiade akan diarak menuju Tohoku, daerah yang terdampak tsunami dan gempa bumi hebat pada 2011 silam, demikian Reuters melansir.

Penyelenggara menyebutnya pawai "api pemulihan" sebelum upacara pawai obor resmi dimulai di Fukushima pada 26 Maret nanti.

Jepang bersikeras untuk menyelenggarakan Olimpiade tepat waktu pada 24 Juli hingga 9 Agustus di tengah ancaman pandemi virus korona (COVID-19) yang menjadi pukulan berat dunia olahraga internasional.

Komite penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo juga telah memutuskan tak mengirimkan delegasi tingkat tinggi mereka, yang termasuk di antaranya ketua komite Yohiro Mori dan menteri Olimpiade Seiko Hashimoto ke pesawat yang membawa api Olimpiade tersebut.

Masyarakat setempat juga diimbau untuk tidak memadati rute yang dipakai untuk pawai obor, akses publik dibatasi, sedangkan sejumlah ajang yang digelar di sekitarnya telah dibatalkan.

Para pelari dan staf juga akan dikenakan pengecekan suhu tubuh di pawai yang akan melintasi sejumlah tempat penting di Jepang sepanjang 121 hari perjalanan termasuk Gunung Fiji, Peace Memorial Park Hiroshima dan Kastil Humamoto.

Sebelumnya, pawai obor di Yunani telah dibatalkan untuk menghindari kerumunan di tengah pandemi COVID-19, yang pertama kali kasusnya muncul di Wuhan, China, akhir tahun lalu, yang telah menewaskan sedikitnya 9.000 orang dan menginfeksi 200.000 lainnya di seluruh dunia.

Sejumlah atlet dan olimpian menyayangkan panitia Olimpiade 2020 yang bersikeras menggelar ajang tersebut dan mengesampingkan risiko kesehatan di saat negara-negara di dunia berupaya menangkal penyebaran virus korona.

Editor : Abdul Haris